<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423</id><updated>2012-01-18T02:58:44.094-08:00</updated><title type='text'>:: Pemaknaan ::</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-7183524823198365573</id><published>2010-02-21T19:27:00.001-08:00</published><updated>2010-02-21T19:27:32.531-08:00</updated><title type='text'>Catatan Malam</title><content type='html'>Cukup sering ketidakpuasan bertamu dan bertandang dengan semena mena dalam hidup. Dengan nyamannya dia menghampiri kita, menetap bahkan mengatur semua tindak tanduk dan tingkah laku yang seperti apapun besarnya dan sedahsyat apapun dampaknya, tetap saja bermuara pada satu definisi baku... Kerdil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada yang lebih menyeramkan. Ketika kita sebagai tuan rumah yang memiliki hak serta otoritas lantas bersalah kaprah dengan suksesnya dan sebisa mungkin meminta menjamu bahkan melayani ketidakpuasan untuk lebih lama tinggal. Hingga pada akhirnya kita rela hidup kita diambil alih oleh ketidakpuasan dan berujung pada satu .... Sesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak mencoba menjadi si Tuan Bijak, karena tingkah laku, polah serta cara pikir masih sangat jauh dari bijak. Tapi sedikit pengalaman yang pernah terjadi dalam hidup menggelitik Saya untuk menuangkan seberkas opini yang mungkin akan berguna bagi beberapa orang yang sedang mencari kepastian dalam bersikap. Pun, opini ini sangat pribadi. Kental dengan subjektifitas dan nilai nilai diri yang sangat saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pun terlintas andai dalam pikiran. Apakah ini salah satu indikasi ketidakpuasan? Pun, Insya Allah, andai ini masih dalam batas aman. Secara manusia, tidak mungkin lekat dengan kesempurnaan... dan sepertinya tidak mungkin lepas dari Andai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat ini hanya mencoba menjalani pasti dalam hidup. Dengan mimpi sebagai acuan. Tempatkan andai di urutan terbelakang bila ingin maju ke depan. Atau jadikan Andai sebagai pamacu serta pemicu segala kebaikan dalam hidup serta pendorong dalam meraih mimpi untuk mendaratkannya di alam kenyataan.... Hmmm, hiduo yang nyaman bila itu terjadi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah mudahan andai tidak berujung pada ketidakpuasan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-7183524823198365573?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/7183524823198365573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=7183524823198365573&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/7183524823198365573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/7183524823198365573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2010/02/catatan-malam.html' title='Catatan Malam'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-3431877295994303597</id><published>2009-12-12T08:07:00.001-08:00</published><updated>2009-12-12T08:07:51.090-08:00</updated><title type='text'>Sekedar Ungkapan Hati...</title><content type='html'>Paling benci sama yang namanya midnight struck…. Perasaan Mellow yang gak jelas mendadak dateng; Gak pake permisi, gak pake basa basi. Lagian kenapa juga sih harus sekarang?? Malem minggu gitu lho… Ato mungkin ini Cuma salah satu gejala akut para jomblo yang minim  kegiatan berarti. Settttan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak tau juga sih ada hubungannya sama Setan ato enggak…. Tapi Less Midnight  Struck ini (Yess, less midnight karena ini baru jam 10.45) mungkin terjadi karena beberapa alas an:&lt;br /&gt;1. Kenal sama orang baru yang sepertinya menjanjikan untuk diprospek. Tapi sepertinya Gw jumping way to fast to conclusion. Masih berharap kalo dia memang prospektif, tapi sekarang gak mau terlalu berharap. Takut sakit ati…. Lagi!!&lt;br /&gt;2. Ketemu orang yang berkali kali Gw sampein rasa suka Gw ke dia, and the result….. fall flat. Walaupun jujur, bahkan setelah beberapa tahun, Gw masih menyimpan harapan yang sama kepada Dia. Mungkin pathetic; atau mungkin Gw yang gak mau berhenti berharap…. Moga aja ada kesempatan bagi harapan Gw untuk jadi nyata… Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another feeling of being abandoned and repelled is coming again. Try my best to get rid of them, but the other part of me kind of like wanting “it” to stay. Am I a sadomasochist that enjoying, or even worse needing, pain to satisfy me??? Ooowwhhh….. it makes me shiver just by saying the word. No… I know that I’m not a sadomasochist; I just prefer to be mellow for a while. Maybe by having this moment will makes me realize how precious a love is; and having someone for you is a privilege for every human to get, to have and to achieve&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cliché perhaps, but I am now looking - and still looking for sincerity. It is somewhere to be found. What I don’t know is whether I am looking for it in the right place or not?? Can my heart still able to detect sincerity?? Do I sincere?? I can only say “ I guess so..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another dream to have; another goal to achieve: Another hope to keep. Hoping another way will be open, another opportunity will be given and finally, another victory will be won…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s not just a dream; for sure it’s not a wishful thinking. It’s a future projection, yet also a pray…&lt;br /&gt;Tuhan….. Tolong dengar pintaku, kabulkan do’aku dan jadikan aku hamba hamba yang bersyukur….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berserah, tapi tidak menyerah…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-3431877295994303597?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/3431877295994303597/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=3431877295994303597&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/3431877295994303597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/3431877295994303597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2009/12/sekedar-ungkapan-hati.html' title='Sekedar Ungkapan Hati...'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-3135803699288190567</id><published>2009-12-12T07:15:00.001-08:00</published><updated>2009-12-12T07:20:48.504-08:00</updated><title type='text'>Nyata awal Mimpi</title><content type='html'>Berikut ini jarak antara nyata dan mimpi&lt;br /&gt;Bagai rumput dengan awan&lt;br /&gt;Atau laut dengan gunung&lt;br /&gt;Mungkin semut di atas tanah&lt;br /&gt;Yang menatap elang terbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sepertinya bukan mimpi&lt;br /&gt;Untuk rumput tumbuh di awan&lt;br /&gt;Untuk laut aliri gunung&lt;br /&gt;Untuk buat semut di tanah&lt;br /&gt;Ikut terbang bersama elang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The difficult only takes a while;&lt;br /&gt;While the impossible takes a little longer….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapak ini sedang menanjak&lt;br /&gt;Sedikit terhambat, bukan berhenti&lt;br /&gt;Hanya rehat, sebentar istirahat&lt;br /&gt;Untuk kembali menapak, kembali menanjak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi… &lt;br /&gt;Sedikit lagi….&lt;br /&gt;Mimpi teraih….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-3135803699288190567?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/3135803699288190567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=3135803699288190567&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/3135803699288190567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/3135803699288190567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2009/12/nyata-mimpi.html' title='Nyata awal Mimpi'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-897322272200152195</id><published>2009-10-19T09:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T10:19:15.690-07:00</updated><title type='text'>Dan Ketika Malam....</title><content type='html'>Aku pun terhanyut oleh suasana malam..... tenangnya.... misterinya... temaramnya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada indah dibalik gelap yang menyelimuti. Seakan aku memang dilahirkan dari malam dan untuk malam.... hidup dan bergaul dengan malam..... serta merasa hangat dalam dinginnya malam.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh mungkin.... setidaknya absudrd. TApi perasaan hanya bersikap dan berkata jujur.... Bahwa kutemukan damaiku dalam Malam.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin di waktu malam, energi mimpi menguatkanku... khayal dan imajinasi lebih terasa nyata dan total.... Semua keluh kesah seperti hilang oleh heningnya malam..... digantikan dengan kelembutan semilir angin malam yang membawa nyaman di dalamnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin duniaku sudah terbalik, tak lagi berbanding lurus dengan kebanyakan orang. Tapi hati ini berkata sebenarnya.... Malam menyenangkanku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih berandai bila malam ini aku di atas peraduanku.... ditemani sejuknya udara malam, sambil mendengarkan dendangan lagu manis pengantar tidur....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAri ini hati penuh dengan kesal dan sedih..... Tapi seiring malam datang, perlahan tapi pasti hati menjadi lebih tenang.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAlam ini, aku ingin nikmati sendiri......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Malam.... Terima kasih Pencipta MAlam..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAn aku tersenyum kembali :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-897322272200152195?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/897322272200152195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=897322272200152195&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/897322272200152195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/897322272200152195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2009/10/dan-ketika-malam.html' title='Dan Ketika Malam....'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-5630151667278755945</id><published>2009-10-09T03:05:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T01:18:02.684-07:00</updated><title type='text'>View from the Top</title><content type='html'>Pemandangan Jakarta dari lantai 21 bisa jadi penyegaran tersendiri. Siapa sangka kalo macet bisa jadi pemandangan indah ketika dilihat dari atas?? Eksotisme Jakarta ternyata terletak pada indahnya pijaran lampu gedung dan kendaraan yang tersebar hampir di setiap sudutnya..... Cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua itu gak bisa merubah bimbang menjadi yakin. Sulitnya memutuskan memberi beban tersendiri pada hati yang ruangnya sudah sesak dengan ragu. Terkadang ingin sekali melompat dari lantai yang tinggi ini dengan posisi kepala dibawah dan berteriak sekencang kencangnya. Walau konsekuensi badan hancur, paling nggak masalah Gw pun ikut hancur. Sayangnya, bunuh diri itu dosa. Tapi pernah gak terpikir kenapa bunuh diri itu dosa? Karena kita memutuskan menyelesaikan hidup sebelum waktu hidup kita selesai? Mungkin sih. Tapi menurut Gw,  bunuh diri itu dosa karena itu cara paling efektif untuk kabur dari masalah; Dan kita sebagai muslim, dilarang keras untuk lari dari masalah. Setiap mahluk yang lahir di dunia terjadi karena kompetisi. Manusia bisa lahir juga karena kompetisi; kompetisi antara jutaan sperma yang pada akhirnya cuma ada satu yang berhak membuahi sel telur; Dan itu gak lain gak bukan adalah sperma yang paling pertama  bertemu dengan sel telur. Walhasil, jadilah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya jorok yaa; Atau sok Biologi-Ilmiah gimanaaa gitu. Cuma ingin mengingatkan aja (terutama sih ke diri sendiri) kalo mahluk hidup itu dasarnya memang kompetitif. Jadi, kalo kata D'Masiv sih "Jangan Menyerah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup itu gak pernah lepas dari pertimbangan. Yang Gw tau, kita selalu mencoba untuk mempertimbangkan yang terbaik sebagai keputusan. Tapi dalam keputusan yang terbaik pun tetap ada resiko. Tapi paling nggak resikonya cukup minimal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat ini pertimbangan yang terbaiklah yang coba Gw ambil. Berharap pertimbangan ini memang pertimbangan yang benar dan tepat. Gak boleh lagi berpaling ke belakang. Pokoknya gak boleh menyesal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Gw cuma bisa mengucap satu kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bismillahirrohmanirrohim..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-5630151667278755945?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/5630151667278755945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=5630151667278755945&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/5630151667278755945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/5630151667278755945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2009/10/pemandangan-jakarta-dari-lantai-21-bisa.html' title='View from the Top'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-8646335799679290580</id><published>2009-08-18T08:26:00.000-07:00</published><updated>2009-08-19T04:07:37.429-07:00</updated><title type='text'>(Tak) Bisa ke Lain Hati...</title><content type='html'>Kompleksitas perasaan. Ini adalah Isu basi yang sebenarnya sering hinggap di hati tiap orang yang sudah berkomitmen dengan seorang pasangan; Baik Komitmen yang legal, ataupun belum.  Perasaan menjadi kompleks ketika komitmen telah diikrarkan, tetapi serasa cukup sah untuk dilanggar dengan dalih gak bisa membohongi perasaan; Karena perasaan ternyata berbicara lain ketika ada insan lain yang tiba tiba hadir dan memberikan rasa yang lebih hebat dibanding dengan orang yang saat ini hati dan perasaannya tertaut dengan kita. Biasanya sih kata kata yang terus muncul di saat seperti ini “Sial… kenapa sih dia baru dateng sekarang? Coba dari dulu dulu, pasti Gw gak bakalan selingkuh!!” …. Yakin Lo?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaksempurnaan dalam menyayangi seseorang kerap ada di tiap manusia. Apalagi ketika kita masih belum yakin apakah pasangan kita memang calon jodoh masa depan yang memang hanya  dengan dia kita akan menghabiskan sisa usia kita. Dalih lain yang biasanya muncul adalah “ Gw kan Cuma mencari yang terbaik. Yang bisa bikin hati dan perasaan tenang. Kalo pasangan kita memang bukan yang terbaik, yaa wajar kan kalo Gw berpaling ke orang lain?” Masalahnya, yang sering berbicara itu nafsu, bukan hati. Dan Gw yakin seyakin yakinnya kalo kita bisa ngebedain omongan nafsu sama omongan hati. Why? Karena kita emang udah dilengkapi  sensor untuk bisa ngebedain 2 hal itu. Jadi, jangan bilang “Masa Sih??”  Karena kalimat yang harusnya keluar itu “ Iya Sih…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita kerap gak peduli dan bodo amat dengan omongan hati dan lebih sering mengikuti omongan nafsu yang ujungnya kadang lebih sering bikin kecewa dan sakit hati. Gak harus kita yang sakit hati, tapi bisa aja orang lain yang merasakan itu. Buruknya, kalo ternyata orang yang sakit hati adalah orang yang sudah kita ajak untuk menjalin komitmen. Perasaan jadi campur aduk, dan menyesal adalah perasaan yang paling dominan. Tapi kadang kita gak jera juga dengan mengambil keputusan untuk bersama orang baru yang sudah sangat sukses mencuri perhatian dan hati kita dibanding untuk tetap bersama dengan orang yang sudah kita kenal lebih jauh. Ironis yaa… tapi apa memang cinta selalu ironis? Atau kita – selaku pemeran  dan pengarah drama percintaan ini – yang mengarahkannya ke arah ironi? Jujur, Gw pribadi gak bisa jawab. Tapi, mencintai dan dicintai oleh orang yang sangat kita cinta dengan kadar sayang dan ketulusan yang optimal dari kedua belah pihak – sumpah, itu surga dunia. Tanpa bermaksud sotoy, Gw yakin semua orang sepakat dengan kalimat Gw yang terakhir ini. Gw – dan kita semua kali yaa -  Cuma berharap jalannya gak usah berliku liku dan kompleks, apalagi miris dan merugikan pihak lain. Cukup cerita cerita kayak gitu ada di karyanya Shakespeare aja, gak usah sampe di kehidupan pribadi. Paling nggak Gw sih gak mau ada di kehidupan Gw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi lagi sebuah angan menggoda dan berlari lari kecil di pikiran; Hati berharap angan itu berujung di kenyataan. Do’a dipanjatkan, usaha dilaksanakan. Sekarang, tinggal menunggu hasil; Sambil terus berusaha, sambil terus berdo’a. Semoga bisa jadi nyata; Semoga gak ada hati yang terluka; Semoga gak ada tetesan air mata; Semoga…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-8646335799679290580?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/8646335799679290580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=8646335799679290580&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/8646335799679290580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/8646335799679290580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2009/08/eng-ing-eng.html' title='(Tak) Bisa ke Lain Hati...'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-6503126071890047168</id><published>2009-07-16T06:05:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T02:18:23.560-07:00</updated><title type='text'>Guarentee, I am now 100% Jomblo Free. Proven, Tried &amp;Tested :)</title><content type='html'>Pernah gak denger kata kata “Indah pada waktunya” Mungkin itu yang Gue rasain sekarang. Satu kejadian indah yang udah lamaaaaaa buanget Gw idam idamkan untuk bisa kejadian dalam hidup Gw, akhirnya kejadian juga. Pedoman diatas yang ber genre pop mellow romantis bokis itu emang dimaksudkan buat orang orang yang punya mimpi dan belum juga kesampean ( Walaupun sih katanya cepet nggaknya suatu hal, tergantung niat sama kemauan serta do’a. And actually, it’s not supposed to be that serious Nyet!!)  &lt;br /&gt;Pacaran – yang konteks, konten serta kadar cintanya cukup niat serta gak melibatkan personifikasi binatang sebangsa Sun Go Kong – buat banyak orang mungkin udah dirasain sejak mereka kuliah di tingkat tingkat awal. Malahan gak jarang yang udah nyolong start dan mulai dari SMA. Well, I’m not of them. Ketika Gue kuliah, Gw udah dianjurkan untuk cari pacar. Tanggapan Gue?? “Jangan Gila Dooongg…” Why?? Secara waktu itu Gue masih resmi di cap, di stempel, di label dan di bar code sebagai anak alim – N it is something that I am very thankful for. Jadi kosakata pacaran itu agak gw remove sementara waktu dari kamus hidup Gw. Gak terasa, si anak alim ini sudah beranjak dewasa menjadi seorang laki laki tulen nan baik hati dan tidak sombong (secara gak ada juga yang bisa Gw sombongin), pekerja keras yang gak kenal waktu dan gak kenal malu, pemakan segala makanan yang bisa diutangin dan bisa dimintain, serta penganut gaya metroseksual modal pas pasan agak kekurangan. Well, perlahan tapi pasti, Gw merasa gelar anak alim mulai pudar dari diri Gw. Gak ada lagi tanggung jawab yang bersangkutan dengan dunia kealiman yang harus Gw emban – kecuali tanggung jawab Gw sebagai hamba Allah (Yes, this one is serious Guys). Tapi paling penting, Gak ada lagi yang jadiin Gw panutan, karena paling beban yaa disitu itu. Sebenernya sih gak bagus juga yaa, secara sewaktu Gw jadi anak alim, sifat petakilan bin pecicilan Gw yang gak beda jauh sama belatung nangka, bisa Gw tekan. Begitu juga dengan sifat sifat Gw yang lain yang katanya cukup negative, kayak ngerampas dompet nenek nenek jompo, ngejorokin orang buta ke jalan raya atau motong selang minyak rem di mobil orang. Tapi kan kalo bandelnya kayak gitu masih bisa dibilang wajar dong….&lt;br /&gt;Eniwey, back to the topic. Ternyata pemikiran Gw bakalan jadi Jomblo sejati baru aja ditepiskan oleh kenyataan yang berbicara lain. Dia bilang “ Males Gw ngeliat Lo ngejomblo melulu, nih Gw kasih pacar. Hooeeek …. Cuuiiihh”. Akhirnya seorang pacar dilepehkan oleh kenyataan, khusus cuma buat Gw. Manisnyaa… (He..he..he.., Sori yaa Yang. Cuma bercanda ). Walhasil, sekarang Gw punya pacar deh. Kenapa tiba tiba ada kata kata JoTi (Jomblo Sejati) yang mendadak muncul? Karena Gw menyingkat semua perjalanan serta siksaan dan cobaan hidup dalam mencari pacar (lebaii deh…) yang emang sengaja Gw gak mau tulis secara detail. Males aja mengingat hal hal yang sedih, secara saat ini Gw sedang bahagia dengan konstannya. Tapi, there are moment of despair and uncertainty. Sewaktu Gw memutuskan untuk pengen punya pacar, kayaknya susssaaahhhh buanget untuk dapet 1 oraaaang aja dari jutaan orang yang ada di Jakarta. Yes, Jakarta. Coz I don’t do LDR - Both for Long Distance Relationship and Length Dick Reduction. Butuh waktu bertahun tahun lho untuk akhirnya Gw bisa dapet 1 orang ini. Gokilnya lagi, prosesnya yang selama ini gw pikir bakalan ribet, ternyata sama dia malah simple simple aja tuh. Bentuk bentuk penolakan yang sangat variatif dan kreatif  seperti “Kita Jadi temen aja yaa”,  “Gw Cuma mo have fun”, “Lobang Idung Lo terlalu gede”, “Jakun Lo eksis banget”, “Muka Lo mirip bokap Gw”, “Suara Lo sember kayak TOA mesjid” sampe “you’re a good guy, I’m a jerk. U better be with someone else” udah Gw alamin. Gw pikir dengan dia Gw akan ber De Javu ria dengan mengalami penolakan yang udah kesekian kalinya. Ternyata jawaban yang muncul dari mulut dia “Yes… Oh Yes… Oh Yes Baby, Yes… Yes… Yes” (Maksudnya, dia itu ngejawabnya dengan full of excitement. Pada Jorok aja sih pikiran Lo semua). Jujur aja, perasaan terbang melayang di awang awang yang Gw pikir bakalan Gw rasain setiap hari ketika Gw ada pacar, gak terlalu Gw rasain.  Cuma yang Gw tau pasti, Gw sekarang ada tempat untuk sekedar Curhat, Cerita, minta support, minta saran, minta tolong, minta dibayarin dan minta dianter anter he..he..he..&lt;br /&gt;Gw gak tau kenapa baru sekarang dan bukannya kemaren kemaren Gw dapet pacar. Gw juga gak tau kenapa harus melaui serangkaian penolakan,umpatan, cacian, hinaan serta siksaan yang membuat nasib Gw gak jauh beda nasibnya sama Manohara. Mungkin kalo Gw simpulkan dengan pikiran dan perasaan yang positif, semua pengalaman pahit serta hal hal negative yang Gw dapet dari orang lain, gak lebih gak bukan dimaksudkan untuk jadi bekal berharga Gw. Supaya nantinya Gw gak melakukan ini ke orang lain, apalagi ke pacar sendiri…. Good point kan .  Selain itu, Gw rasa pengalaman itu datang juga sebagai pengkonfirmasi apakah Gw bener bener siap dan bener bener pengen untuk menjalin suatu hubungan yang namanya pacaran. Apapun hikmahnya, I’m glad with the outcome.&lt;br /&gt;Saat ini, Gw punya pacar. Pacar yang suka bilang “ I Love U” ke Gw. Dan Gw Cuma bisa menjawab &lt;br /&gt;“ I Love U More ”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-6503126071890047168?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/6503126071890047168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=6503126071890047168&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/6503126071890047168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/6503126071890047168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2009/07/guarentee-i-am-now-100-jomblo-free.html' title='Guarentee, I am now 100% Jomblo Free. Proven, Tried &amp;Tested :)'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-2178771854702251098</id><published>2009-07-01T08:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T09:48:11.694-07:00</updated><title type='text'>Mulai Nulis lagi Deh...</title><content type='html'>Ternyata udah itungan bulan sejak posting tulisan yang terakhir. Bukannya gak mau posting apapun. Bukan juga karena gak ada kejadian atau gak ada cerita yang menarik untuk dibagi atau sekedar ditulis. Tapi emang lagi males aja. Mungkin karena perlahan tapi pasti Blog udah gak terlalu booming, tergantikan dengan gegap gempita dan meriahnya FaceBook dimana mana. Dari Emak Emak Metal, Nenek Nenek Lincah sampe anak kecil sotoy pada berebutan bikin FaceBook. Kayaknya jaman Friedster alias FS dulu gak segininya deh. Salut lah buat si FaceBook maker...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan lain kenapa Gue vakum cukup lama dari dunia blogging, karena Gue punya keiniginan bikin blog en tulisan yang mirip sama Blog en Tulisannya Raditya Dika si Kambing jantan. Walaupun - berani sumpah deh - sekalipun belum pernah liat blognya dia kayak gimana (Bodohnya, kenapa juga gak Gue cari. Secara tinggal ke Google, ketik : Blognya Raditya Dika si Kambing Jantan, pasti ketemu). Tapi dipikir pikir lagi, kenapa juga harus dibuat mirip kalo emang bisa dibikin beda. Bukannya keunikan dan nilai jual itu ada di perbedaan?? Akhirnya Gue balik lagi ke taste awal dari Blog ini,yaitu - menurut Gue yaa - coba mengambil dan menguraikan sebuah atau beberapa kejadian yang terjadi di hidup Gue, coba cari maknanya, coba ambil hikmahnya dan coba memberi semangat - kalo emang itu issue yang butuh support. Intinya sih, I just want Me to Be Me. So start from now, I want to give Me opportunity to be more Me. To focus more on Me. MayB I'm selfish, But I know for now, this is what Me needs. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengen jadi seseorang yang beda, atau pengen jadi seperti orang lain emang bukan hal yang baru, dan bukan hal yang salah pastinya. Apalagi kalo banyak hal positif yang bisa diambil dari orang tersebut. Kayak Gue yang masih belajar untuk bisa menulis dan - mudah mudahan - bisa bikin novel dari apa yang gue tulis. Tapi pada akhirnya kita harus bisa proporsional. Seorang Dia bisa berhasil yaa karena dia menjadi dia dengan caranya dia sendiri yang sangat dia. Dia bisa eksis dan sangat menikmati apa yang dia kerjakan yaa karena dia menjadi dia, enjoy dengan apa apa yang jadi kesukaan dia, fokus dan tekun dengan semua kemampuan dia dan berhasil serta HAVING FUN dengan cara cara dia yang - lagi lagi -  sangat amat dia. Jadi.... masih mau jadi seperti orang lain?? Mending sih jadi diri kita sendiri yang berkeinginan untuk sukses seperti orang orang yang lain yang juga jadi dirinya sendiri :). Kalo gitu kedengerannya kan lebih menyenangkan, Rasanya juga jauh lebih nyaman ... kan??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mula tulisan ini bisa sampe ke posting lagi sih gak lebih dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Temen di FB yang mendadak ngasih "eheemmm...." compliment atas tulisan Gue (Jiaahh... mulai GR deh si dodol) Walhasil... nulis lagi ah, kali aja dipuji lagi he...he..he... *Najisss!!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hasil dari obrolan sama temen yang bisa ngeramal (Herannya, dia jarang banget ngasih ramalan yang bagus ke Gue. Kayak takdir idup gue cuma ditulis sama satu kata aja: SIAL!! - itu penjelasan, penegasan sekaligus umpatan) Dia bilang kalo Gue harus fokus sama keinginan Gue. Gue harus fokus sama diri gue sendiri. Fokus... Fokus... Fokus... Menurut Gue, kalo kita mau fokus sama diri kita sendiri, yaa kita harus tau apa yang kita mau. Kalo mau tau apa yang kita mau, kita harus jadi diri sendiri, biar kita ngeliat segala sesuatu dari persepsi dan kacamata kita dan dari posisi kita, bukan dari persepsi, kacamata dan posisi orang lain. Jadi, kalo nanti merenung tentang diri sendiri, kita harus egois... ngerti kan maksud Gue??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ditanya apa yang Gue mau, bisa bisa sampe subuh nanti gak kelar kelar. Secara namanya keinginan, gak ada abisnya. Tapi, secara umum sih, Saat ini gue mau hidup yang stabil, tinggal sendiri, karir dan pekerjaan yang jelas dan pasti, keuangan yang lebih dari cukup. Ada satu hal lagi yang Gue harap bisa kejadian dalam waktu dekat (kalo bisa sih sebelum Gue Ultah ) .... &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gue pengen punya pacar&lt;/span&gt; :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengen punya orang yang bikin Gue senyum waktu Gue sedih. Bikin Gue ketawa kalo Gue nangis. Bisa Gue peluk, Bisa Gue jadiin sandaran, Bisa ngasih ketenangan kalo Gue lagi kalut dan bisa bilang "Aku sayang kamu... " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Gue Jawab "Aku juga sayang banget sama kamu..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-2178771854702251098?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/2178771854702251098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=2178771854702251098&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/2178771854702251098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/2178771854702251098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2009/07/ego-mellow.html' title='Mulai Nulis lagi Deh...'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-614132364748748475</id><published>2009-03-10T06:57:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T10:07:17.606-07:00</updated><title type='text'>Satu Hari, Banyak Drama...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FtSqASDbdNE/SbaeODpFq8I/AAAAAAAAAAM/GJPL6QKQlsc/s1600-h/quentin_tarantino_film_director.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FtSqASDbdNE/SbaeODpFq8I/AAAAAAAAAAM/GJPL6QKQlsc/s320/quentin_tarantino_film_director.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311606774863080386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bener bener yang namanya hari esok itu misteri banget. Jangankan besok, nanti aja atau 10 menit ke depan, bisa jadi suatu misteri yang sangat gelap dan tidak terprediksi, sampe kadang gak bisa diterima sama akal sehat. Dahsyattt... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti hari ini. Banyak kejadian diluar rencana, atau ahkan sama sekali gak pernah kepikiran untuk jadi suatu rencana, ternyata terjadi. Antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kehilangan Teman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau lebih tepatnya menghilangkan teman. Kesannya saya jahat dan sombong banget yaa. PErcaya deh, tanpa bermaksud membela diri secara berlebihan, "teman" seperti mereka memang pantasnya cuma sebatas tau, bukannya kenal, apalagi akrab. Jadi ada 1 orang teman yang saya kenal secara OL, lewat media yang mungkin udah gak lagi asing di telinga kita, Friendster. TErnyata eh ternyata, kita bisa akrab. Telefon telefonan, sharing sampe curhat - tapi lebih tepatnya sih dia yang sering curhat ke saya. Padahal kita baru pernah ketemuan 1 kali. Dia masih muda dan sudah menoreh prestasi yang gak main main. Dia juga datang dari kalangan High End, dimana teman temannya kebanyakan bukan orang sembarangan. Beberapa kali saya merasa dimanfaatkan karena dia menelfon saya hanya pada saat dimana dia mau curhat. Saya sih gak merasa keberatan, secara temen kan. Tapi... dan ini yang bikin BT. Kalo saya telefon dia, dia most of the time selalu bilang sibuk lah, gak bisa terima telefon dulu lah, gak enak badan lah, while I wanted to do was just talk. Pengen say Hi aja, secara temen. Sampe Tadi saya kenal sama 1 orang yang ternyata temennya dia juga. Saya main ke kost dia. Waktu kita ngobrol ngobrol, lagi lagi kita ngomongin dia (Sebutlah si X). Akhirnya saya coba nelefon si X. Tapi ternyata sambutannya gak menyenangkan. Dia bilang dia gak bisa ngomong banyak karena lagi sakit gigi. Lebih parahnya, dia langsung tutup telefonnya even before I said goodbye. Lima menit kemudian, temen saya yang juga temen dia coba telefon si X lagi. Ternyata sama temen saya ini dia bawelnya bukan main. Sakit giginya sih gak bohong, cuma kenapa dia bisa ngobrol lama dan panjang lebar sama temen saya, tapi langsung nolak aja gitu sama saya?? padahal gak pernah sekalipun saya nolak atau males ngomong sama dia. Kalaupun iya, saya berusaha menanggapi dengan sopan. So enough is enough. Setelah sadar kalo saya gak lebih daripada keset kaki buat dia, saya apus nomer dia dari HP, apus YMnya, apus FBnya dan apus FSnya. Bubbye X...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nambah Teman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilang satu, tumbuh seribu. Buktinya, ilang temen 1 yang menurut saya memang gak penting, saya kenal sama teman lain yang kenalnya langsung, face to face. Menariknya, saya kenal dia karena dia nyanyi di kereta. Bingung?? Begini ceritanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya naik kereta dari stasiun UI. Setelah Gondok bin Dongkol karena nunggu kereta dodol yang gak dateng dateng, akhirnya dateng juga kereta jurusan Jakarta. Naiklah saya. Kebetulan, Dia (si temen baru) lagi ngobrol sama kedua temennya. Dan sebenernya, tadinya saya merhatiin kedua temennya, bukan dia. Why? karena saya pikir mereka kok mirip banget. Saya perhatiin dari Stasiun sampe di dalam kereta. Baru sadar kalo mereka kembar waktu mereka standing side by side. Potongan rambutnya sih beda, makanya orang - or at least saya - gak langsung engeh. Anyway, gak lama ada seorang pengamen nyanyi. Itu hal biasa di kereta. Yang gak biasa, setelah 2 lagu dibawain sama si pengamen, si Temen Baru (Sebut aja A) tiba tiba ngomong ke si pengamen dan nyanyi bareng. N I was like... Wow, this boy got a gutz allright. Dua lagu dia nyanyiin. Suaranya sih gak terlalu spektakuler, pun gak jelek juga. Tapi PDnya itu lho, selangit boss. Padahal tampilan dia biasa aja. Secara saya juga suka banget nyanyi, saya langsung samperin n kenalan sama dia. Kali besok besok kita bisa duet bareng di kereta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TApi sih, hari ini penuh dengan drama. Apa yang saya tulis disini pastinya belum semuanya. KEbanyakan aja kalo semua ditulis. Sampe sini aja pasti orang udah pada males baca. I know I do, n Im the 1 who wrote it..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain kali kalo mau starting the day, baca Bismillah, biar yang kejadian yang bagus bagus aja. Kalopun ada kejadian buruk, kita bisa jadi orang yang ikhlas dan mengambil hikmah atas kejadian itu. Gak kayak gue sekarang, mutung kayak lutung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin emang harus sholat dulu, biar hati sama otak adem...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-614132364748748475?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/614132364748748475/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=614132364748748475&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/614132364748748475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/614132364748748475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2009/03/satu-hari-banyak-drama.html' title='Satu Hari, Banyak Drama...'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FtSqASDbdNE/SbaeODpFq8I/AAAAAAAAAAM/GJPL6QKQlsc/s72-c/quentin_tarantino_film_director.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-2381106868340198852</id><published>2009-02-12T00:25:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T00:33:32.753-08:00</updated><title type='text'>Kalo Berharap Jangan Ketinggian</title><content type='html'>Soalnya makin tinggi kita berharap, makin sakit juga kalo gak dapet apa yang kita harapin. Apalagi kalo tinggal dikiiiiitttt lagi dapetnya, tapi... dia malah lolos (lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih yaa, apalagi buat yang udah jutaan kali mencoba tapi tetep aja gak dapet apa yang selama ini diimpi impikan. Kalo kecewa mah sangat wajar banget. Asal jangan kelamaan dan berlarut larut aja. Bukan apa apa, kesian kitanya. Lagian, itu bisa bikin kita buta sama kenyaataan yang mungkin gak lama setelah kita kecewa, dateng kesempatan baru yang lebih baik. Cuma aja karena kita terlalu sedih, kita jadi gak aware. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat temen temen yang udah berulang kali mengalamai kekecewaan...&lt;br /&gt;Hang In There yaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang berkali kali juga dikecewakan sama yang namanya Cinta (basi banget yaa)...&lt;br /&gt;Sabar juga...&lt;br /&gt;The Right Person is on the Way...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meanwhile, please allow me to entertain U all with this Song&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalil Fong - Sing Along Song&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/p111llLaERw&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/p111llLaERw&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cry If U want To...&lt;br /&gt;But Don't Be to long...&lt;br /&gt;Be Brave embracing the truth...&lt;br /&gt;Than you'll Find Ur self as a winner&lt;br /&gt;And U'll Shine :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-2381106868340198852?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/2381106868340198852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=2381106868340198852&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/2381106868340198852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/2381106868340198852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2009/02/kalo-berharap-jangan-ketinggian.html' title='Kalo Berharap Jangan Ketinggian'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-168167316315016749</id><published>2009-01-13T21:47:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T21:26:00.464-08:00</updated><title type='text'>Trust Me, I try to make U Proud...</title><content type='html'>Hari ini Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan, termasuk kepala dan badan saya. Untungnya sih gak pake kuyup, secara mau masuk kantor. Tengsin berat aja kalo sampe kuyup, karena AC di kantor berhembus dengan brutalnya. Kecuali kalo emang ada niatan untuk sakit. Ditambah hari ini telat (lagi), mana kemaren udah gak masuk karena macet n ujan. Beneran deh, yang namanya malu udah sampe di ubun ubun. Untung aja muka masih cukup tebel untuk nahan malu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N Like it's not enough, there is this conversation... again!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertentangan dalam memilih jalan hidup antara saya dengan Mamah lagi lagi diangkat oleh Mamah pada waktu dan tempat yang sangat tidak tepat. Sampe sini saya akan tampak seperti anak kurang ajar yang gak tau diri karena berani beraninya nyalahin Emak sendiri yang perduli terhadap sang anak. Beneran deh, saya gak berenti berentinya berterima kasih dan bersyukur pada ALLAH atas Ibu yang sampe umur saya segini masih sangat peduli sama saya. Cuma sekarang saya tau kalo yang namanya berlebihan itu emang gak baik, termasuk "perhatian" kepada anak. Karena menurut sang anak -  n that is me - jadinya malah mengganggu dan terkesan intervensi. Padahal, prinsip saya sih, walopun para ortu berhak mencampuri urusan anaknya, kan tetep ada batasannya. Salah gak sih kalo saya menjadi tidak nyaman atas perhatian yang terlalu besar kepada saya, karena saya merasa she's invading ma space. Ibarat berdiri di atas kotak yang muatnya pas agak lebih sedikit untuk saya berdiri, tapi kemudian ada yang berusaha untuk ikutan berdiri juga di atas kotak saya. Pastinya kan sempit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not to point ma finger to her, surely not. Itu - lagi lagi - akan sangat kurang ajar. Cuma, saya ingin kotak saya dihuni saya sendiri aja, karena itu udah masuk ranah pribadi saya. Gak salah kan yaa?? Masa Iya anak gak boleh punya ruang pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAng jadi permasalahan adalah rumusan "ruang pribadi" yang Pemaknaannya ternyata agak berbeda antara saya dan Mamah (Sigh). Lama lama perbedaan makna ini jadi benturan yang sulit untuk dielakkan dan selalu aja berujung pada konflik. Ironis aja, secara kita Ibu dan anak, tapi akhir akhir ini kita malah susah untuk diamprokin (bahasa betawinya buat diketemuin bareng). Sedih banget, dan si Mamah pasti merasa jauh lebih sedih daripada saya. Bukan gak berusaha untuk menghindari konfrontasi, secara saya bukan tipe orang yang suka jedotin kepala orang lain ketembok cuma karena muka dia yang saya anggap gak ada bagus bagusnya untuk diliat. Saya cinta damai Boss, sumpah deh. Cuma ada beberapa hal yang menurut saya udah jadi prinsip dan - paling nggak - bisa bersikap atas prinsip tersebut. Tapi kenapa endingnya malah selalu debat? Ato malah lebih ke menghujat. Sedihnya lagi, one is always try to "beat" the other party. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering banget dada saya sesak. Kalo udah gini biasanya saya suka ngebayangin enaknya dada bagian tengah, tepat di ulu hati ditembus panah ato tombak, biar segala beban dan perasaan gundah yang terasa bikin sesak dada bisa keluar. Sakit saya ambil sebagai konsekuensi. Lagian sepertinya gak bakal sebanding dengan lepasnya semua beban gundah yang selama ini bikin dada terasa penuh dan pepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba untuk menjadi anak yang baik dan selalu mencoba memberikan yang terbaik. Terutama untuk orang tua dan keluarga. Lebih terumata lagi Ibu alias Mamah. Tapi saya pun punya pendapat dan keinginan sendiri. Saya telah diberikan privellege oleh Tuhan untuk memilih jalan hidup saya sendiri. Maka tolong saya memilih jalan hidup saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya saya gak ingin jalan hidup yang saya pilih malah menjadi beban bagi keluarga, terutama orang tua - apalagi Ibu. Tapi saya juga ingin diberikan kesempatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah mudahan kali ini Mamah bisa mengikhlaskan dan meridhoi saya atas jalan hidup dan keputusan yang saya ambil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inget bagian terakhir di Film Sixth sense. Bagian dimana si anak yang punya indra keenam itu bertanya ke Ibunya " Apa yang Ibu tanyain sama Nenek waktu pemakamannya, karena Nenek bilang jawabannya setiap hari" Ternyata si Ibu bertanya "Apakah saya pernah bikin Ibu bangga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu pertanyaan yang selalu ada setiap hari di kepala dan hati saya terhadap Mamah, Papah, Adik adik saya dan seluruh keluarga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang belum, tolong kasih waktu, karena saya ingin buat semua bangga. Saya mau bikin KEluarga saya bangga kepada saya, SAya mau bikin Papah dan Adik Adik saya bangga terhadap saya, Saya mau bikin Mamah bangga terhadap saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, saya sangat amat bangga sama Mamah. Sangat amat bangga Mah. Dan saya sangat amat sayang Mamah, Papah, Adek adek dan semua keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong, kasih kesempatan sama saya untuk membanggakan kalian semua...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-168167316315016749?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/168167316315016749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=168167316315016749&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/168167316315016749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/168167316315016749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2009/01/blog-post.html' title='Trust Me, I try to make U Proud...'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-8772950612336298885</id><published>2009-01-13T02:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T21:46:57.720-08:00</updated><title type='text'>Kalo Ujan terus Curhat.... Gini deh Jadinya!!</title><content type='html'>Sebagai anak yang berpikiran normal dan dengan suasana di keluarga yang cukup kondusif, pasti gak akan ada pikiran untuk mengecewakan orang tua - terutama Ibu - dan saudara saudaranya. Yang ada sih, mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk bisa berupaya mendapatkan yang terbaik, melakukan yang terbaik untuk 1 hal: Kebanggaan orang Tua. Karena kalo orang tua bangga, berarti orang tua bahagia. Kalo orang tua bahagia, berarti orang tua rela terhadap kita dan apa yang kita kerjain. Hmmmppphh, kalo aja semua semudah teori dan omongan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka nonton E News: Behind the Stars. Itu semacam acara Biografi artis artis Hollywood. Emang sih gak terlalu penting, tapi tetap aja ada pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman hidup mereka. Apalagi para bintang Hollywood yang bener bener merangkak dan memulai karir dari bawah. Mereka rata rata bekerja keras, pantang menyerah, fighting spiritnya tinggi, cobaannya banyak - termasuk yang menentang - termasuk dari keluarga, tapi karena konsisten, mereka sukses. Hasilnya, ortu dan keluarga yang mungkin tadinya menentang, sekarang berbalik mendukung. It's the Cinderellay Story of reality. Endingnya manis, walaupun kehidupan gak berenti disitu. Tapi paling nggak, ada satu tahapan yang mereka udah selesaikan karena mereka udah bisa meraih dan mewujudkan mimpi mereka. PR selanjutnya sih mempertahankan apa yang udah didapat, tapi itu udah lain cerita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What I wanna tell U all adalah, kenapa yaa orang tua selalu memaksakan pendapat dan keinginan mereka kepada anaknya. Saya yakin seyakin yakinnya kalo keinginan mereka pasti yang terbaik buat anaknya. Tapi yang terbaik buat anaknya kan belum tentu yang anaknya inginkan? Terus kalo kita punya jalan sendiri, biasanya selalu dicari kesalahan dan kelemahan trus dibalikin dengan versi yang lebih horror, lengkap dengan segala fakta yang biasanya dimulai dengan kata "Buktinya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba deh, kita dikasih kesempatan. Mungkin kita emang butuh waktu yang sedikit panjang. Kan kesian juga kalo kita jadi anak harus berhadapan dan bertentangan dengan orang tua, padahal untuk bisa sukses, kita harus berhadapan dan bertentangan juga dengan banyak orang dan banyak kendala. Kalo akhirnya kita jadi plin plan dan bingung karena bertentangan dengan ortu... gimana dong. Kalo mo nyalahin orang tua, dibilangnya anak kurang ajar. Langsung deh ada wanti wanti "Awas durhaka. Emang mau dikutuk jadi batu terus nemenin Malin Kundang ? Udah posenya si Malin Nggak benggetz lagi. Its not fierce... (Nonton America's Next Top Model kalo mau tau artinya "Fierce")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengen coba cari jalan tengah atas hal hal kayak gini, karena hal hal kayak gini yang saat ini sedang saya hadapi. Ribet deh. Tapi paling nggak saya jadi yakin kalo emang saya harus "berdamai" dengan ortu saya, kasih pengertian. N Kalo tetep gak mo ngerti juga, minta restunya aja - yang secara logika sih gak mungkin dikasih kalo ortu udah gak suka sama apa yang kita lakukan, walopun sebenarnya positif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi... Kita adem aja kali yaa. Kalem, gak usah nyolot. Apalagi sama Emak sendiri. Taon boleh 2009, tapi saya masih percaya sama yang namanya kualat sama ortu - terutama Ibu n bisa aja end up jadi batu. Jadi, cerita cerita Hidayah di TPI, walaupun cheessy, bukan berarti ngibul. Kebayang aja seremnya kalo kejadian sama kita. Nauzdubillahiminzalik... amit amit cabang bayi!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata emang gak mudah yang namanya berkomunikasi. Selama ini saya anggap gampang karena saya gak terlalu sulit untuk berkomunkasi dengan orang. Tapi itu semua jadi gak berarti kalo ternyata komunkasi sama ortu malah amburadul ancur berantakan. Teorinya, dengan orang yang lebih dekat, harusnya bisa lebih mudah berkomunikasi karena kita udah lebih kenal karakter dan pribadi ortu. Jadi kalo ternyata malah dodol bin melorot komunikasi kita ke Ortu, than there's gotta B something wrong. N yes, I do dedicate this especially for ma self. Damn!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik ini saya tetap berharap dan berusaha untuk mencari jalan tengah atas kengototan kedua belah pihak. Saya yakin kalo solusi itu ada, tapi tergantung siapa yang mau memulai untuk berjalan ke arah solusi. Kayaknya sih harus sang anak duluan kali yaa. Secara.... (please feel in the blank with ur most convinient answer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Than Wish me Luck :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-8772950612336298885?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/8772950612336298885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=8772950612336298885&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/8772950612336298885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/8772950612336298885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2009/01/sebagai-anak-yang-berpikiran-normal-dan.html' title='Kalo Ujan terus Curhat.... Gini deh Jadinya!!'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-5668527557578564860</id><published>2008-12-16T21:26:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T21:58:47.680-08:00</updated><title type='text'>Ayooo... Hidup Positif</title><content type='html'>Orang bilang kalo selalu ada hikmah di balik setiap musibah yang terjadi pada diri manusia. Kalo pribahasanya orang bule sih " Behind every cloud, there's always B a silver lining ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe sekarang pun saya masih percaya sama prinsip tersebut. Tapi ketika cobaan dirasa makin berat dan makin bertambah, mungkin gak manusia malah gak mau mencari hikmah dari  musibah. Lama kelamaan persepsi positifnya tergeser dan hanya ada nuansa negatif yang kelam dan makin gelap di hadapan matanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih, saat saat seperti itu memang saat dimana kita gak boleh berhenti berharap. Karena harapan pada akhirnya akan menggiring ke arah solusi. Tapi menurut saya, cukup manusiawi juga bila pada saat saat itu harapan jadi kasat mata. Pertanyaannya, apakah sebenarnya solusi itu timbul - atau paling tidak berawal - dari harapan, atau murni intervensi campur tangan Tuhan atas nasib hamba hambanya. Jadi gak perlu berharap pun, kalo emang masalahnya harus selesai, yaa selesai lah. Tapi harapan kan juga pemicu do'a, n do'a kan salah satu persyaratan yang diminta Tuhan dari hamba hambanya biar - paling nggak - sekali sekali hambanya tau diri dan mau deket lagi sama Sang Khalik. Jadi malu hati gue...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang ini di area kantor ada acara dari Coca Cola, tapi sih bukan promosi produk. Mereka bikin kampanye tentang Live Positively. Inti dari kampanyenya apa juga saya gak ngerti. Tapi 1 hal, Mottonya itu lho... gokil. Maksudnya, susah aja 2 live positively. Kalo 2 think positive aja susah, apalagi 2 live positively?? Tapi mungkin saya yang terlalu pesimis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, hari ini emang lagi ada masalah. Tapi acara Coca Cola ternyata memberikankontribusi positive. Hubungannya?? Salah satu cowok yang jadi maskot di acara itu tadi sempet ngomong ke saya waktu saya papasan sama dia "Live Positive yaa MAs"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang sih dia sebenernya coba mensosialisasikan motto acara yang lagi digelar, cuma buat saya, itu semacam support. Mungkin itu pesan yang coba Tuhan saya sampaikan ke saya. Live Positively, coz there will B a Bright side in all of ma problems that Im having now...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At least Im hoping so...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N Im still hoping...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-5668527557578564860?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/5668527557578564860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=5668527557578564860&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/5668527557578564860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/5668527557578564860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2008/12/ayooo-hidup-positif.html' title='Ayooo... Hidup Positif'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-4997450537631698135</id><published>2008-10-11T10:07:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T22:31:26.294-07:00</updated><title type='text'>Skak Mat!!</title><content type='html'>Ternyata begini rasanya salah perhitungan. Merasa rugi. Bila kehilangan Uang bisa membuat kita sangat kecewa, Apa jadinya kalo yang hilang ternyata seorang teman? Hanya akibat dari salah perhitungan. Tapi... Apa memang ini langkah yang harus diambil??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata menjadi tegas bisa sangat menyedihkan, bahkan ketika itu hal yang benar. Terlebih, bila emosi didahulukan daripada akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saat ini saya rasakan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih...&lt;br /&gt;Kecewa...&lt;br /&gt;Bersalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOLOL!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-4997450537631698135?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/4997450537631698135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=4997450537631698135&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/4997450537631698135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/4997450537631698135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2008/10/skak-mat.html' title='Skak Mat!!'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-6605880185520967898</id><published>2008-10-06T22:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T09:58:25.824-07:00</updated><title type='text'>Beri Kesempatan pada Peluang</title><content type='html'>Kata orang jangan pernah menolak rejeki, karena itu sama saja dengan gak bersyukur kepada Tuhan. Selain itu, mungkin saja rejeki itu gak datang lagi. Tapi... apakah rejeki yang datang itu memang rejeki yang kita inginkan? Bagaimana bila ternyata peluang yang datang malah memberi rasa ragu, ambigu serta dilema yang sangat amat tidak nyaman? Di satu sisi, rejeki atau peluang menjadi solusi atas masalah yang mungkin sedang dihadapi ,tapi apakah tidak ada rejeki dan peluang lain selain peluang yang saat ini sedang Ia jalani? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu percaya dengan pilihan. Walaupun saya bukan ahli agama dan tidak terlalu religius, tapi saya tau dan sangat amat yakin bahwa pilihan selalu disediakan, dan bahkan tersebar bagi semua manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pilihan ini pilihan yang paling baik, walaupun bukan pilihan yang paling nyaman. Bila ada yang berargumen bahwa hal yang baik memang diawali dengan ketidaknyamanan dan kerja keras, saya kurang setuju. Kerja keras betul bisa memberikan  hasil yang baik, tapi tidak selalu harus diliputi ketidaknyamanan. Karena ketidaknyamanan hanya akan memberi tekanan pada orang tersebut dan membuat dia kurang bisa berekspresi dan berbuat optimal. Ataukah ini hanya pembenaran diri saya saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastinya saya berharap saya diberikan kesabaran oleh Tuhan untuk dapat melihat hikmah yang pasti akan muncul. Sampai waktunya tiba, mudah mudahan saya masih bisa bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang tengah malam. Saya rasa saya masih akan coba memberikan kesempatan pada peluang. Entah sampai kapan, entah untuk berapa lama....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrohmanirrohim....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-6605880185520967898?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/6605880185520967898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=6605880185520967898&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/6605880185520967898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/6605880185520967898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2008/10/beri-kesempatan-pada-peluang.html' title='Beri Kesempatan pada Peluang'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-2806766060029034328</id><published>2008-06-22T09:36:00.000-07:00</published><updated>2008-06-25T18:17:36.031-07:00</updated><title type='text'>Write What U Know...</title><content type='html'>Today I just watched a movie with a title "And She Was". I didn't watch the movie from the beginning, but I think its about an actress thats trying to maintain her existence in the world of Cinema by trying to be a Script writer (Gue banget yaa... for the Scriptwriter part). Since she's an actress, she had read a lot of scripts, so she made a "phony" Script by taking the premise from an old movie and add it from another movie script. To make the story short, due to her act, her best friend that just got a promotion as a vice producer got fired. So to make things better, she really needs to make a good script, a real and original one that has never been published before. She was having a hard time at first, but when her brother came to her and said "U can do this, Its Ur passion. Ur good at this, U know it very well. Just write what U know..." And the end, well, its  so predictable. But the moral of the story... Just do what U do best, Follow Ur heart. Reach Ur Dream... And that is exactly what Im intending to do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don't believe in coincidence, but I do believe in signs. It kinda confusing perhaps, but its true. I mean, in my perception, God does work in a mysterious way, but still God gave signs to us. Why? Coz Its just not God if he has to sending U letter, Email or Text U trough Ur Cell phone. For sure God wont talk to U directly, coz if it does happen, U can assure Ur self Ur no longer on earth. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak tau kenapa, tapi film tadi Saya anggap sebagai pertanda bahwa ... Lucky Andreadi, Just stick to Ur dream and to what U can do best. That is make things up... and put it as a story :D .... an interesting story of course. I take that as a sign - my sign. Other than a reminder or more as a warning that I have to finish a Script that already past the the deadline more than a week... yaaiiikkss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Having a determination is like telling Ur self where to go. But In life, its just not that easy to find Ur destination. It takes some time. But this is a suggestion that might work. Spend some time with Ur self. Ask Ur self what do U really want? What do U want to do? What do U like to do? What do U wanna Be? Sometimes the answer is something that most people will find ridiculous, bizarre, unusual or impossible. Maybe U wanna be a Model while Ur almost 30? Or U wanna go round the world by backpacking? U wanna published books? U know what, hell with what other people say and just do it. Free Ur self from those obstacles. Im not gonna say that things will be easier afterward, but at least U already free Ur self from the chains that keeps U for all this time. Ur no longer tight up and attached with things that U consider as burdens. Im not saying U should be indifferent... No... but just embrace those dream for opportunity may not come again... and time is the biggest opportunity of all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat... Kata kata yang saya sering berharap datang dari orang lain. Tapi tetap saja pada akhirnya hanya diri kitalah sang penyemangat sejati, walaupun dukungan dari orang lain, apalagi orang tersayang, sangat ampuh untuk membentuk optimis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang teman yang pernah bilang "Orang sukses sebenarnya hanyalah orang biasa. Mereka sama sama bermimpi dan sama sama memiliki mimpi. Namun yang membedakan orak orang sukses dengan orang biasa adalah: Mereka bermimpi dan berusaha untuk meraih dan mewujudkan mimpi mereka, sedangkan orang biasa hanya mampu bermimpi dan berhenti sampai disitu" .... Bijak yaa. Dahsyat. Singkat tapi dalem...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi.... Kamu termasuk yang mana? Orang sukses atau orang biasa? Satu hal yang saat ini saya akan lakukan dan selalu akan saya lakukan adalah menyemangati diri saya dan orang lain yang sedang berusaha meraih mimpi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMANGAT YAA.... TETAP BERUSAHA... PANTANG MENYERAH TEMAN TEMAN... PERCAYA DEH, KITA BISA... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norak yaa, but really, I dont give a damn. For me, iTS a new Start of A new Day ... Cheers ;D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-2806766060029034328?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/2806766060029034328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=2806766060029034328&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/2806766060029034328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/2806766060029034328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2008/06/write-what-u-know.html' title='Write What U Know...'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-1799901475585788433</id><published>2008-06-19T15:34:00.000-07:00</published><updated>2008-06-22T15:12:49.867-07:00</updated><title type='text'>Kebodohan si Bodoh...</title><content type='html'>Keledai dibilang bodoh ketika dia masuk ke lubang yang sama untuk kedua kalinya, padahal keledai memang sudah diasosiasikan dengan kebodohan. Saya yakin kalau saja keledai bisa bicara dalam bahasa manusia, keledai pasti tidak mau dan tidak rela selalu dihubung hubungkan dengan kebodohan. Yang lebih tidak mengenakkan lagi, pernyataan keledai itu bodoh ternyata berlaku universal, tidak hanya di Indonesia saja. Sedihnya jadi keledai, salah apa dia. Tapi walau begitu, keledai tidak selalu masuk ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Itu mungkin usaha keledai untuk tidak lebih direndahkan lagi martabatnya.  But guess what? Human does more stupid than a mule. Far more stupid for some people. They fell in to the same hole more than twice. Even though they realize it and see the hole right before their eyes. Yet, they still let them self fall in to that same hole... again!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What a human... what an embarrassment... what a stupidity.... what a jerk!!! Worse, I happen to be one of them. Kalo aja bunuh diri itu halal, mungkin saya sudah bunuh diri saya sendiri sekarang. Bukan karena menyerah, cuma aja mencoba untuk mengurangi jumlah orang orang yang bodoh di dunia ini. Tapi kalo orang orang bodoh sadar diri bahwa mereka bodoh dan bunuh diri, bayangkan berapa jumlah populasi penduduk dunia saat ini. Pastinya sih, Over population is no longer an issue. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya pikir kesempatan yang diberikan oleh TUHAN buat saya bukan hal sembarangan. Itu bukan main main dan pastinya bukan hal yang bodoh. Walaupun mungkin banyak orang yang bertanya tanya kenapa orang yang udah jelas jelas buruk, penjahat, busuk dan bajingan masih aja dikasih kesempatan lagi dan lagi dan lagi dan lagi? Saya gak bisa jawab kecuali ini: TUHAN MAHA PENYAYANG. Kelar... pastinya sih dengan satu harapan: Hambanya Tobat dan gak lagi jadi bodoh. Karena gak menggunakan otak dengan optimal adalah salah satu bentuk tidak bersyukurnya seorang hamba. Gak menggunakan kesempatan yang dikasih TUHAN? Itu sangat amat tidak bersyukur banget. Tapi walaupun begitu gak berarti TUHAN bodoh, tetep aja TUHAN MAHA ADIL... bikin dosa yaa dapet dosa. Kalo baik dapet pahala. Gak melakukan hal yang buruk aja dah dapet pahala. Tapi kalo kita niat untuk melakukan hal yang baik pahalanya udah dikasih. Baik yaa.... SUBHANALLAH. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya penyesalan emang selalu aja dateng belakangan. Padahal kalo aja gak mau ikutin hawa nafsu pasti deh gak bakal bikin kita nyesel. Bahkan semuanya akan lebih baik. Tapi kalo ngikutin hawa nafsu, gak cuma nyesel tapi juga yang ada semuanya jadi berantakan, jadi ribet dan akhirnya kacau balau ancur berantakan. At least thats what happen to me. Tapi bodohnya saya, saya tetep aja mengulang hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode apa yang harus saya gunakan yaa biar semua keburukan dan kebodohan saya gak lagi terulang? Kalo aja malaikat di kanan kiri saya bener bener keliatan dan bisa disentuh, itu kayaknya bakalan ampuh banget buat bikin saya kapok dan langsung jadi baik bin alim. Tapi sepertinya memang itu tantangan sebagai manusia, gimana caranya kita tetep bisa bener dan lempeng jalannya tanpa ada yang ngawasin. Gak tepat juga sih kalo bilang gak ada yang ngawasin, secara TUHAN 24 hours a day always watching us from above. Tapi kita gak bisa ngeliat aja. (Yaa iyalah. Pernyataan yang Bodoh!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap kali ini bisa jadi titik balik bukanlah nisbi, hanya tergantung sikap dan tindakan. Bila sikap bisa disatukan dengan niat dan keinginan serta kecerdasan berpikir, bukan hanya bisa menghindari bodoh, tetapi juga bisa meraih sukses. Ternyata meraih mimpi memang tidak mudah, namun juga tidak terlalu sulit. Beri usaha semampunya, pasti nanti kita akan dihampiri oleh keberuntungan. Itu hasil jerih payah dari usaha kita dalam tindakan apapun. Bila konsistensi bisa dijaga, maka mimpi pun bisa teraih. Sabar memang harus dipunya, walau sulit memang. Tapi Do'a sangat ampuh untuk membuat sabar berlari terbirit birit menghampiri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya ingin mengadah dan bekata "Tuhan, beri aku kesempatan lagi... untuk memperbaiki diri, untuk meraih mimpi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih saya berusaha...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-1799901475585788433?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/1799901475585788433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=1799901475585788433&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/1799901475585788433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/1799901475585788433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2008/06/keledai-dibilang-bodoh-ketika-dia-masuk.html' title='Kebodohan si Bodoh...'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-6132157916814236043</id><published>2008-04-11T06:52:00.000-07:00</published><updated>2008-04-14T06:35:06.281-07:00</updated><title type='text'>Ketika Mulutku Rancu ....</title><content type='html'>It is better to have what U need rather than having what U want. Is it also better to say what U need to say rather than what U want to say? Should I just keep it all inside again, let it evaporate, let it gone with the wind and just pretend that nothing is happen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Words are one of the world wonder. It has a magical power either to heal or to hurt someone's hart. If it heal so good, people are willing to give their lives for U. If it hurts so bad, people are willing to take Ur lives from U. Its a two side of coin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I heard in a radio few days ago, two announcers was telling a story about a Kid an a Wise father. One day, the kid has a dream. In his dream, he saw two lions fighting again Each other. The first Lion look so clean. The fur was gold shiny, The claws look so sharp coz it relfecting a light from the tip of its claw. Its roar sounds so loud, yet also soothing. While the other Lion its the opposite of the first lion. It looks so dirty, the fur was ripped and not shiny at all. Smell so bad and it roars so loud, it makes U scared. Both Lions are fighting against each other and they just wont stop. The kid ask his father about his dream, hoping the father could give an answer of his confusion. After he explained it to his Wise father, his father was thinking for a while until he finally says " My dear Son, the both Lions represent both of Human side, our side, Thee Good side and The bad Side. So, they always try to conquer each other. Its a battle of eternity". The son seems to understand. Yet, he ask another question to his Father. "So .. who will win the Fight Daddy? The Good Side or The Bad Side?". The Wise father took another moment to think. This time, he took a longer time than before. After a few while, the wise father gives his son the answer with a smile adorn his face "It depends on which do U feed most?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If Im telling what I want to say, is that mean Im feeding the Bad Lion? and If Im telling what I need to say, is that mean Im feeding the Good Lion? Bad how about the freedom of speech? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I watch Oprah Winfrey Show several days ago. In her show, she has a guest.A women who wrote a book (I forgot the title of the book) and who turned out to be an inspirational person coz she can makes people turn their life to a better way. One of the tips from her is just to write down the happy things in Ur life and to put away the bad things. That's make sense. She also said and asked everyone in the studio and at home to be great full for everything, coz that will makes Ur life feel so much better. I agree. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But,everyone can not and shall not forget about the past. Past - for me - is a path that wee need to see and have a look, just to make us aware of our journey. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Its an effort for me to have a turning point. I am willing and trying to write down only happy things and happy plan in ma life. Since after I read ma Blog,  Most of ma articles are sad sad story. Is ma life that sad? Or am I just to melancholic? I mean, I want ma Blog to be inspiring too. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As I am now listening SUGABABES song - RUN FOR COVER, it reminds me how I always consider ma Blog as a place for me to run, to search for a cover. For I finally have something to channeling ma sadness. I am finally able to say what I want to say without most people knowing who I am. If I cry in a dark corner of ma room, it inspired me to write. If I feel like wanna scream, it inspired me to write. When somebody or some people break me and get me down, I tend to write. Its ma place, its ma runaway. Its ma sanctuary, So shall I change it? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut ini hanya bisa tergugu ketika hati pun menjadi gagu. Perubahan memang absolut, namun apakah salah bila memilih tidak berbeda? Ketika sayapku lagi lagi dipatahkan, apakah masih bisa aku terbang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut Rancu, atas sikap hati yang terlalu Lugu&lt;br /&gt;Bagai robot dengan antena kendali di atas kepala, aku berjalan bukan atas keinginanku&lt;br /&gt;Apa itu kebebasan? Apakah merdeka punya arti atas diri yang memilih untuk bersembunyi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahayaku sudah redup, jiwaku mulai terkatup. Tertutup ragu yang mulai membuat nyaman seperti dendangan lagu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ... Kapankah Bila menjadi pasti untukku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf Bila, saat ini aku mencoba untuk menyingkirkanmu. Aku ingin menggantimu dengan pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ragu ... tolong enyah dariku. Pintu keluarnya sudah kau tau ... silahkan, sebelum aku melemparmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu pertanyaanku bila semua akhirnya terjadi. Singa mana yang sedang kuberi makan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-6132157916814236043?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/6132157916814236043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=6132157916814236043&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/6132157916814236043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/6132157916814236043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2008/04/mulutku-jadi-rancu.html' title='Ketika Mulutku Rancu ....'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-7472243997915251427</id><published>2008-04-01T08:51:00.000-07:00</published><updated>2008-04-11T06:35:50.195-07:00</updated><title type='text'>Tuhan ... Ijinkan Aku Bertanya ...</title><content type='html'>Tuhan ... Bila dalam kesulitan Hamba Mu menangis dan ragu kepada Mu karena keinginan Ku yang tidak juga tercapai, salahkah Aku ...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ... Bila Aku ingin meraih Mimpi namun tidak juga tergapai, lalu aku marah dan kesal kepada Mu hingga aku enggan menghadap Mu, salahkah Aku ...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ... Bila aku sadar pilihan Ku salah, namun hatiku tak kuasa untuk berpaling, paling tidak belum untuk saat ini dan membuat Aku malu untuk menyapa Mu ... salahkah Aku ...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ... Bila harapan yang aku punya tetap berupa harapan belaka lalu aku kecewa kepada Mu dan berprasangka buruk tentang Mu, salahkah Aku ...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ... Bila aku berpaling dan bergantung pada Hamba Mu yang lain sebagai penenang hati dan penyejuk jiwa, salahkah Aku ...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ... bila saja ada jawaban dari semua kebingungan dan kebingungan Ku yang selalu saja membuat Ku gamang, bimbang dan tidak tenang, dimana harus ku cari ...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ... Bila memang ada Do'a yang dapat membuat semua keinginan dan mimpi mimpi Ku tercapai, dimana harus ku dapat ...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul Tuhan ... aku sedang kecewa&lt;br /&gt;Betul Tuhan ... aku sedang marah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul Tuhan ... aku memang berprasangka&lt;br /&gt;Dan betul Tuhan ... aku memang curiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecewa atas semua do'a yang Ku rasa tak pernah terlaksana&lt;br /&gt;Marah atas kesulitan yang menimpa dan solusi tak nampak ada&lt;br /&gt;Prasangka bahwa akulah satu satunya Hamba yang tak pernah ingin Kau sapa&lt;br /&gt;Curiga bahwa peduli Mu untuk Ku tak lagi nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ini sedang buta ... butuh bimbingan bijaksana ... butuh semangat ... butuh juga belaian hangat ... serta kata kata sejuk penuh manfaat ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ... mengapa Kau biarkan Aku tersesat? Apakah Aku tak lagi kau genggam erat? Aku butuh jawaban Tuhan ... Jangan palingkan wajah Mu dan kau tutup pintu hati Mu rapat ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mungkin hina dan laknat, tapi bukankah tiap Hamba berhak dapat kesempatan dan limpahan rahmat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat wajah Ku Tuhan .... Jamah diriku .... Berikan jawaban, jangan biarkan aku sesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ... apakah aku masih kau beri Kesempatan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-7472243997915251427?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/7472243997915251427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=7472243997915251427&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/7472243997915251427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/7472243997915251427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2008/04/tuhan-ijinkan-aku-bertanya.html' title='Tuhan ... Ijinkan Aku Bertanya ...'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-5569761119759409837</id><published>2008-02-06T07:35:00.000-08:00</published><updated>2008-02-11T01:35:16.094-08:00</updated><title type='text'>Sayap Patah Manusia Lemah</title><content type='html'>Bukan Malaikat memang, namun aku juga punya sayap. Aku bisa terbang kemanapun aku mau, kapanpun aku mau. Sayapku indah, putih, lebar terbentang. Bila Malaikat melihat sayapku, mereka mungkin akan iri. Sayapku beda dengan sayap mereka. Sayapku tidak dimiliki mereka. Sayapku sayap harapan. Ia yang selama ini membawaku terbang mengarungi angkasa mimpi, meraih bintang cita cita, menembus kabut ragu, menerjang angin cobaan dan kemudian kembali membawaku ke daratan kenyataan. Aku bangga dengan sayapku. Sayapku bisa membuatku melakukan apapun yang aku mau. Tapi ... saat ini sayapku terluka; sepertinya patah. Terluka oleh parang prasangka dan panah amarah. Aku terjatuh dari terbangku dan terperosok ke dalam lubang putus asa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama aku disini, di lubang ini. Bahkan terlalu lama. Ku coba gerakan sayapku tapi tak bisa. Sayapku terluka, aku terluka. Dan di sekelilingku hanya ada gelap dan hampa. Di lubang ini tidak kulihat adanya cahaya, bahkan ketika aku melihat ke atas. Tetap gelap. Sepertinya disini tak pernah ada pagi dan hangatnya matahari. Selalu malam dengan sedikit temaram. Aku meringkuk di sudut lubang, aku menangis hinga tergugu. Berharap ada keajaiban sembuhkan sayapku. Biar aku bisa bebas, terbang keluar dari lubang sialan ini. Usahaku tinggal do'a. Pun, aku tidak tau apakah diijabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu ... Aku mendengar suara. Mungkin ada orang di atas sana. Mungkin mereka bisa melihat dan menolongku. Dan aku benar. Aku melihat beberapa orang. Aku kenal mereka, sangat kenal.  Mereka para kerabat dekatku. Aku tersenyum dan mengucap syukur. Pertolongan akhirnya tiba. Namun ... aku salah. Mereka hanya melihat dengan tatapan iba, lalu menggelengkan kepala sambil mengelus dada. Kenapa? Apakah aku mahluk hina? Lalu mereka pergi. Kenapa mereka pergi? Harusnya mereka menolong aku. Teriakanku sepertinya hanyalah sunyi bagi mereka. Sayapku makin sakit ... sakit sekali. Kembali aku mencari sudut gelap di dalam lubang gelap untuk sembunyi. Aku menangis lagi. Lagi lagi tergugu. Meringkuk di sudut sambil mendekap sayapku yang terluka. Aku kecewa, aku ingin tiada. Seperti embun yang menguap kala fajar datang. Ia hilang ... tanpa jejak, tak terlacak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba aku melihat satu sosok di dalam lubang. Seorang anak kecil berwajah lugu namun bermata sayu. Ia menghampiriku lalu mendekapku. Ia hapuskan air mata dari wajahku, lalu Ia berkata "Sayapmu bisa sembuh". Aku terkejut, lalu aku bertanya "Bagaimana bisa, aku tak temukan obat untuk sayapku. Mungkin ada di luar sana, tapi saat ini aku terperangkap dalam lubang jahanam ini. Mana mungkin aku bisa sembuhkan sayapku?". Anak kecil menjawab dengan tetap bermata sayu "Keyakinan!!" Bila kau yakin, maka pasti kau bisa keluar dari sini. Keyakinan bisa sembuhkan sayapmu. Selama ini kau sulit yakinkan dirimu untuk bisa keluar dari sini dengan usahamu sendiri". Aku terkejut lagi. Anak ini, muncul tiba tiba dan langsung menasihatiku. Memangnya siapa dia?. Berusaha tenang aku lalu bertanya "Sebenarnya siapa dirimu anak kecil?" Dan jawabannya menyentakan aku "Aku nuranimu, hati kecilmu. Aku adalah kamu, maka dengarkanlah aku, percaya aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam. Mencoba untuk memahami semua kejadian ini. Namun sebelum nalarku menemukan jawab, anak itu perlahan menghilang sambil bertanya "Mengapa selama ini kau punggungi Tuhanmu?" Lalu Ia menghilang. Betul betul hilang. Menyatu dengan udara yang kuhirup, melebur dengan gelap yang tetap pekat. Lagi lagi aku terdiam, namun kali ini aku berdiri dan berjalan menuju dinding pinggir lubang. Aku menunduk dan berkata " Nurani, Aku tak punggungi Tuhanku. Aku hanya malu atas jutaan khilafku." Aku terdiam sebentar, lalu kuhadapkan wajahku ke atas "Aku pasti bisa, aku yakin bisa!!" Sayapku terasa sakit, aku pun berasa lemah. Namun aku ingin coba panjati dinding hingga tiba di mulut lubang. Aku inign keluar dari sini . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terperosok. Sekali, Dua kali,Tiga kali. Belum berhasil. Sulit ... sangat sulit. Apa aku menyerah saja? Tidak, nuraniku yakin aku mampu, maka aku harus terus berusaha. Saat ini aku hanya berpikir tentang kebebasan. Lepas dan keluar dari lubang terkutuk. Bila nanti aku berhasil, aku kan berjalan dan mencari obat untuk sembuhkan sayapku. Agar aku bisa kembali terbang dan meraih bintang cita citaku. Bintang impianku. Aku mendongak, sudah bisa kulihat bintang bintang mimpi bersinar. Aku masih memanjat lubang, belum juga separoh jalan. Tapi nanti aku pasti keluar. Nurani, percaya padaku. Tuhan ... bimbing hambaMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" When Things go wrong and they sometimes will; when the road your trudging seems all up hill; when the funds are low and you want to smile buat you have to sigh; when care is pressing you down a bit; Rest if you must, but don't you quit!! "&lt;br /&gt;(Author Unknown)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis Takdir telah ditentukan, namun bukan berarti kepastian. Merubah takdir bukan hal mungkir. Walaupun sulitnya sangat dan sangat amat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini Selasa, Aku tetap berusaha ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-5569761119759409837?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/5569761119759409837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=5569761119759409837&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/5569761119759409837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/5569761119759409837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2008/02/sayap-patah-manusia-lemah.html' title='Sayap Patah Manusia Lemah'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-2754195479561894302</id><published>2008-01-30T10:11:00.000-08:00</published><updated>2008-02-11T06:32:58.087-08:00</updated><title type='text'>Kisah Sepanjang Rel Kereta</title><content type='html'>Kesialan seseorang adalah keberuntungan orang lain. Atau kalo mau diartiin dengan bahasa yang lebih ekstrim, Musibah seseorang adalah Rejeki bagi orang lain. Mau contoh? Penggali kuburan, Dokter, Pemadam Kebakaran, Tukang bunga sampe Supir Metro Mini (kan suka nganterin rombongan orang meninggal). Kalo udah berpikir seperti ini, mau gak mau kita harus bilang " Tuhan itu adil yaa... " Sama seperti yang baru aja saya alami hari ini. REncana mau tiba di kampus sore hari cuma jadi cita cita aja. Gimana enggak, Setelah nganterin Mamah n Adek muter muter kesana kemari, akhirnya baru bisa ke Stasiun Kota sekitar jam 6 sore. Lengkap dengan basahan gerimis yang sama sekali gak diundang, bikin rambut lepek dan keringat berlebih karena gerah. Jangan tanya penampilan, udah gak peduli juga. Yang penting sampe di kampus. Walau sebenernya dah telat n bingung harus ngapain nanti disana. Seperti biasa, Jakarta pasti NgeHang bin Ngadat kalo basah dikit. Gak cuma mobil aja yang macet, kereta pun ikutan macet. Jadwal kereta jadi berantakan karena kereta terlambat datang. Why? dont ask me. Dont wanna know anyway. Saya pikir, daripada saya gak jelas juntrungannya, mendingan sholat. Dah maghrib pula, N udah kewajiban juga sih. Selain bisa bikin sejuk badan, sangat ampuh untuk bikin sejuk hati n menjernihkan pikiran. Biar nanti gak maen gampar orang cuma gara gara mukanya gak enak diliat. Saya naik kereta kedua yang datang ke Stasiun Kota. Buat yang sering naik kereta pasti tau alasannya kenapa. Gak lain gak bukan karena yang pertama lebih penuh N lebih sesak (Kenapa .... Yaa karena kereta datengnya telat. Kan tadi dah dibilangin!!). Itu juga berarti mengurangi resiko dicopet, dijambret, dirampok sampe digrepe grepe (Cowok juga berpotensi jadi korban grepean lho ... mending sama cewek, nah kalo cowok? Mending kalo ganteng ... LHO!!). Jujur yaa, kereta kedua sebenarnya gak terlalu lapang juga, tapi paling nggak masih bisa regangin kaki dikit, lampu keretanya masih nyala, tukang jualan masih bisa lewat (walaupun jualannya maksa banget. Alesannya ... butuh duit. Yah ... siapa yang gak butuh. Hare gennneee!!). Tapi pastinya di kereta kedua saya gak  sampe diketekin. MAaf yaa kalo kata katanya gak sopan, tapi menurut saya itu salah satu pelanggaran HAM yang agak sulit untuk diperkarain. Anyway, kereta berangkat. LEga lah perasaan. Jalannya lambat tapi pasti ... pasti bikin telat, pasti bikin pegel, pasti bikin dongkol n pasti bikin mo buru buru sampe. Tapi ternyata eh ternyata sodara sodara yang dikasihi Tuhan ... Di Kalibata kereta tiba tiba Mogok (Yaa iyalah Tiba Tiba. Bego aja kalo udah tau kereta bakal mogok tapi tetep naek). N it takes almost one hour untill the train moved again. The machine was still broken. So to make the broken train moving, the other train had to pushed the train from behind. By the time we arrived in PAsar Minggu Station, we have to switched train. Apakah kereta selanjutnya penuh ... Well, U can guess lah. Untill I decided to take the last train to Bogor, which was -again - not too spacious, but better than the other train before it. Di Stasiun Pasar Minggu, penumpang sudah pasti menumpuk. Dan rencana orang orang yang mau pulang ke rumah mereka dengan cepat - minimal jam pulangnya gak barengan sama jam keluarnya banci - sudah pasti Gagal Total. Mereka sial (Mereka itu termasuk gue yaa!!). Tapi kebanyakan dari para penjual makanan dan minuman di Stasiun Pasar Minggu mendapat rejeki yang sedikit lebih dari biasanya. Para penumpang yang kelelahan dan pastinya hausssss berat karena kegerahan yang tiada tara di dalam gerbong, membeli minuman yang mereka jual. Again, termasuk Gue!! Mereka pun keliatan begitu repot melayani beberapa pembeli yang memang mau dilayani secepat mungkin. Gak bisa dipungkiri, mereka pasti senang dengan kejadian ini. Gak mau nuduh kalo mereka rame rame berdo'a supaya kereta hari ini mogok jadi mereka bisa dapet rejeki lebih (berlebihan yaa). Pastinya KEsialan para penumpang kereta di hari ini adalah keberuntungan para penjual di Stasiun Pasar Minggu. See, Tuhan Memang Adil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ... Keadilan bisa jadi hal yang rancu, bahkan semu bagi beberapa orang. Bagi mereka yang memang sudah dalam kesulitan, tapi ternyata masih ada kesulitan lain yang bertamu. Padahal mereka mendamba solusi. Tragis? Gak berani ngomong gitu juga. Pastinya sih, ada hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari kondisi seperti ini. Sabar lagi lagi harus digunakan sebagai jurus pamungkas sekaligus pijakan. Dan salut buat orang orang yang masih bisa tersenyum dalam himpitan tragedi. Kalo ada yang kenal dengan orang yang seperti itu, tolong dikenalin. Saya mau belajar banyak dari dia. Belajar menggunakan dan mengoptimalkan sabar. Lagi lagi persis seperti kejadian hari ini. Tadi siang saya, Mamah dan Adek pergi ke Pasar Baru. Di samping Bank Mandiri ada seorang penjual Soto dan penjual minuman botol. Tadinya lokasi mereka gak persis disitu, tapi karena di Pasar Baru mau dibangun Apartemen, Jadilah posisi mereka digeser sedikit. Walhasil, mereka jadi kurang terekspose dari biasanya. Dampaknya ... yaa kurangnya pendapatan. Orang jadi banyak yang gak engeh dengan mereka. Saya aja yang sebelumnya pernah makan disitu sempat mengira kalo mereka udah gak jualan lagi. Singkat cerita, makanlah kita disana. Tiga soto dan Tiga teh botol. Selesai makan, kita pergi dan gak lupa bilang terima kasih ke Penjual soto dan penjual teh botol. Si penjual soto menanggapi ucapan terima kasih kita. Tapi, si penjual teh botol menanggapi ucapan terima kasih kita agak sedikit berlebihan. Bukan berlebihan yang norak, tapi berlebihan yang didasari kegetiran dan kepahitan hidup. Dia bilang terima kasih ke setiap orang dari kita. Artinya, dia 3 kali ngucapin terima kasih sewaktu kita lewat di depan si penjual teh botol. Pertama ke Mamah. Dia bilang " Terima kasih yaa Bu ... Ucapan kedua dialamatkan ke Adek ... " Terima kasih Dek ... Dan yang terakhir dialamatkan ke saya " Terima kasih yaa Dek ... sambil mengelus pundak saya. Terenyuh ... sumpah. Raut wajah tua si Bapak dan Uban putih di kepalanya menyimpan berjuta cerita. Mungkin juga beban hidup yang buat dia terasa berat untuk dipikul, tapi dia tetap bertahan. Saya tau di kepalanya ada pikiran bila nanti dia digusur. Dia pasti gak ada daya apapun untuk mempertahankan tempat yang sudah bertahun tahun mungkin jadi sumber rejeki bagi dia dan keluarganya. Malu ... ternyata daya juang saya gak ada seujung kukunya si Bapak penjual teh botol. Saya yakin ada keadilan bagi si Bapak tadi dan orang orang yang bernasib sama. Paling tidak, kesulitan mereka akan diganjar dengan pahala dan dihapuskannya dosa. Hari ini memang melelahkan, tapi paling tidak ada pelajaran yang bisa saya petik. Cuma sekedar ingin bercerita. Intinya sih mo mengajak untuk sedikit berlapang dada dan berpikir positif aja dalam melihat suatu kegetiran. Pastinya sih mencoba mengajak diri sendiri dulu. Ingin Coba melihat dengan sudut pandang yang berbeda, biar bisa sedikit bersyukur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah larut ... tapi mata malas terpejam. Biar saya merenung sebentar. Mungkin akan ada hikmah lain yang bisa saya petik. Agar pikiran tidak tumpul. Agar hati tidak tumpul.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-2754195479561894302?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/2754195479561894302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=2754195479561894302&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/2754195479561894302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/2754195479561894302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2008/01/someones-unfortunate-is-other-people.html' title='Kisah Sepanjang Rel Kereta'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-3782708020159170579</id><published>2007-11-30T06:21:00.000-08:00</published><updated>2007-11-30T06:48:17.617-08:00</updated><title type='text'>Bila Saja ...</title><content type='html'>Malam ini benar benar dingin. Cukup dingin hingga terasa menusuk tulang. Tapi aku tidak berharap akan kehangatan. Malah, aku ingin dingin tetap tinggal dan temani aku. Hati ini sedang luka ... bukan hal yang baru. Aku hanya berpikir dingin bisa menandingi nyerinya hati karena angan yang sepertinya kembali pupus dan harapan kembali hampa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat kuseret langkahku ... menuju kemana aku pun tak tau. Pulang ... saat ini rumah hanya sekedar bangunan pelindung, tidak lebih. It's just a House, not a Home. Not anymore ... Maybe it will be Home again someday. But surely not now ... nor tommorow. Not for sometime near. Saat ini aku terus berusaha mencoba untuk menerka nerka siapa yang akan menjadi peredam gundah, cahaya hati. Siapa yang akan memberi hangat pada jiwa yang tersudut di dalam dinginnya sepi. Melow .... Cengeng .... Picisan ... Norak ... Tapi aku Jujur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, angan tidak boleh diperlakukan seperti nyata. Angan hanyalah acuan dan pemicu bagi harap yang terus menyemangati jiwa untuk maju dan meraih mimpi. Bila angan tidak teraih, maafkan takdir. Wajar bila sedih ... tak apa bila kecewa. Namun jangan terlalu lama. Biarkan saja semua berjalan apa adanya. Ada kala dimana kita memang harus membiarkan semua berjalan seperti yang telah digariskan ... dan kita tidak perlu bahkan tidak boleh untuk turut campur. Sadarlah ... Inilah hidup dan segala peraturannya. Lepaskan, angan bukan beban. Maka jangan jadikan itu beban. Tidak meraih angan bukan berarti kalah atau pecundang. Mungkin waktunya saja yang belum tepat ... angan pun perlu waktu. Semua perlu waktu. Walau terdengar klise namun sabar adalah kunci. Jadikan sabar pijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tetap muram .... hati tetap temaram. Mungkin karena angan dan harap yang dimiliki sudah terlalu lama mendekam dan tidak juga berubah jadi nyata. Bila memang tidak akan pernah jadi nyata, apa salah untuk tetap berharap dan berusaha? Takdir bisa diubah kan? Ataukah aku memang harus jalani garis yang sudah terbuat tanpa sebelumnya ada kompromi dan mufakat? Saat ini aku terduduk dan mencoba untuk kembali berkhayal akan hal yang sama, akan angan yang sama, akan orang yang sama. Haruskah aku menangis ...? Salahkah bila aku menangis hanya karena aku lelaki? Urusan hati tidak bisa dipukul rata, jadi aku tak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saja bintang jatuh bisa mengabulkan harap, maka aku berharap ... pertemukan aku dengan kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, lagi lagi aku sedih ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-3782708020159170579?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/3782708020159170579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=3782708020159170579&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/3782708020159170579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/3782708020159170579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2007/11/bila-saja.html' title='Bila Saja ...'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-7014277676140684067</id><published>2007-11-06T10:37:00.001-08:00</published><updated>2007-11-06T10:56:22.161-08:00</updated><title type='text'>Catatan Perasaan di Kala Hujan</title><content type='html'>Takdir ... banyak yang menganggap bahwa itu adalah sebaris garis lurus tanpa lengkung dan sudut dimana kita berjalan di atasnya. Pilihan adalah nihil, perubahan itu mustahil. Takdir populer dengan pasti dan harusnya. Tidak kompromi dan tidak basa basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini hujan ... tiap tetes airnya membuatku merenung tentang takdir. Hembusan angin dingin membawa aku ke alam pikir untuk mencari satu kesimpulan. Sebuah hipotesa dari banyaknya teori yang diutarakan orang mengenai takdir. Heran ... mengapa lembab udara malah membuat aku ingin terawangi takdir? Mungkin perpaduan sejuk, gelap dan semilir sangat kondusif menghadirkan melankolis ke dalam kepalaku. Atau mungkin karena situasi diri akhir akhir ini yang terasa lepas dari pasti. Gantung ... di ayun oleh tali galau yang kian erat. Kucoba sekuat tenaga mencari harap, agar bisa terlepas dari galau. Tapi ... aku belum menemukan harap. Lelah juga lama lama ... dan aku pun terduduk hingga akhirnya rebah dan tertidur. Masih diikat oleh tali galau. Bahkan sekarang aku mulai diselimuti oleh kabut ragu. Atau mungkin itu hanyalah fatamorgana yang diciptakan oleh parasit putus asa yang perlahan namun pasti datang dan bersarang di hati juga pikiranku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih hujan ... kelas pun tidak ada tanda tanda untuk bubar. Sang dosen masih terlihat semangat untuk berbicara di depan kelas sebagai moderator dari teman teman lain yang sedang presentasi. Banyak yang bertanya, walau menurutku topiknya tidak terlalu menarik. Bukan salah mereka, tetapi hasil undian yang ditulis di kertas, dimasukan ke dalam sedotan, diamsukan lagi ke dalam gelas kosong yang di atasnya ditutupi kertas yang dibolongi. Seperti arisan, kelompok itu mengambil kertas yang dilapisi sedotan itu untuk melihat tema mereka, dan itulah yang mereka dapat. Topik yang membosankan. Entah karena aku tidak terlalu suka atau memang aku tidak menyimak. Tapi yang pasti ada 1 orang teman yang sangat mencari perhatian dosen. Mencoba bermain aman sepertinya. Aku terdiam dan berpikir. Salah satu cara untuk merubah takdirkah? Karena dia itu mengulang mata kuliah yang ini. Takdir ... kenapa topik itu yang muncul di kepalaku? Seperti orang yang tidak bersyukur saja. Tapi apa salah kalau berkesah karena lelah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sudah ... usaha adalah cara efektif untuk memanggil dan mengundang harap untuk datang. Semakin besar usaha, maka semakin besar harap. Agak berbanding lurus, bukannya pasti. Walaupun kemungkinan besarnya seperti itu. Namun tidak selalu. Pun, ada hal yang bisa menguatkan harap untuk makin cepat datang. Do'a. Sayang ... Tuhan saat ini sedang aku kebelakangkan. Suatu kebodohan terlalu tolol. Tapi ternyata aku bukan satu satunya orang yang melakukan kebodohan macam itu. Bukan tak ingin kembali, hanya saja ada malu dan sungkan menutupi hidayah dan cahaya Tuhan yang diperuntukkan pada hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih saja hujan. Ku ambil HP yang Aku selipkan di dalam kantong celana. Jam 8 kurang. Masih lama sekali kita akan dibubarkan. Di dalam kelas aku mulai tidak merasa nyaman. Bukan karena aku duduk di pojokan, sendirian dan diasingkan. Aku malah duduk di barisan tengah agak ke belakang, dan di apit oleh beberapa teman di kanan dan di kiri Ku. Namun, saat ini aku sedang ingin sendiri, tidak lebih. Berharap bisa mengadu kepada yang mau mendengar, namun sepertinya tidak ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kelas bubar. Hujan juga mulai reda. Aku mulai berpikir untuk menghubungi Ibu, karena Ibu sedang berada di rumah Bude, kakak Ibu. Ibu meminta aku untuk kesana untuk menjemput dia. Namun sewaktu Ibu menghubungi aku, percakapan terhenti. Baterai Ku habis. Dua buah HP yang aku miliki semuan baterainya habis. Apa ini juga bagian takdir? Atau hanya kecerobohan karena tidak memprediksikan situasi yang mungkin hadir. Hasilnya ketika aku menghubungi Bude, sepupuku yang mengangkat telefon Ku. Dia tidak marah, namun aku merasakan ada kekesalan karena baru menghubungi setelah sekian lama. Selain juga karena Ibu sudah pulang dengan Taksi seorang diri ke rumah yang jaraknya jauh dari rumah Bude. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba merubah takdir, namun sulit. Ataukah memang tidak bisa lagi diubah? Atau aku telah membuat pilihan salah? Ingin rasanya terbang ke angkasa dengan sayap merentang lebar. Seperti Malaikat. Namun, saat ini aku hanya merenung dan mencoba mencari privasi dalam sendiri. Khayal, tolong temani aku. Sepi, tolong lindungi aku. Sedih, kamu boleh lagi bertamu. Air mata, silahkan kau basahkan pipiku .... temani tetesan hujan yang mulai lagi menyapa bumi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-7014277676140684067?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/7014277676140684067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=7014277676140684067&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/7014277676140684067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/7014277676140684067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2007/11/catatan-perasaan-di-kala-hujan.html' title='Catatan Perasaan di Kala Hujan'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-2237780652817080032</id><published>2007-09-24T21:26:00.000-07:00</published><updated>2007-10-18T00:15:23.265-07:00</updated><title type='text'>Kisi Kisi Sisi</title><content type='html'>Sudah semakin jelas saja ... sekuat apapun usaha untuk memaklumi, mengerti, bahkan berempati, tetap tidak bisa untuk merubah kenyataan yang ada. Memang sebaiknya berhenti menjadi naif, karena tidak akan mengubah paham. Bahkan bisa membuat salah paham. Status adalah acuan awal kebanyakan orang ketika mengenal seseorang. Bahkan Ia selalu terlintas ketika kita melihat orang lain, walau sekilas. Statuslah yang membuat perbedaan perlakuan, perbedaan tanggapan, perbedaan perhatian hingga perbedaan kesempatan. Suatu hal yang harusnya bisa dan sangat boleh untuk dirasakan dan didapatkan serta diberikan secara adil dan rata. Memang Manusia bukan Malaikat, Dewa apalagi Tuhan. Wajar jika manusia tidak bisa berada di tengah. Namun paling tidak mereka punya pilihan untuk bersikap. Sayang, lebih banyak yang memilih untuk bersikap memihak; memihak pada yang berstatus lebih elit, lebih mapan, lebih populer. Ada pamrih tersembunyi di balik sikap ramah dan senyum manis; harapan agar bisa masuk ke dalam lingkaran orang orang pujaan. Sangat palsu, tak ubahnya badut dengan make up tebalnya yang selalu saja dianggap lucu. Padahal wajah aslinya terletak di balik senyum lebar dan baju gombrongnya. Siapa yang tau ekspresi asli si Badut? Siapa yang bisa menebak ukuran tubuh si Badut? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih sedih, pandangan sinis yang diiringi sikap cemooh dan ucapan hardik adalah paket lengkap yang dialamatkan bagi para pemilik status dengan kondisi cukup dan kurang. Seolah mereka adalah kelompok kasta rendahan, penyakitan dan parasit bagi orang di sekitarnya. Padahal usaha keras dan banting tulang adalah kegiatan mereka sehari hari. Mungkin kebanyakan dari mereka lebih banyak menggunakan otot daripada otak, tetapi bukan berarti mereka tidak pernah berpikir. Picik ternyata lebih sering datang dan bersarang pada orang orang yang bertitel dan berpendidikan. Ironi sekaligus refleksi betapa moral telah di peti es kan oleh banyak pribadi. Walaupun tiap pribadi masih punya hati, tetapi hati telah ditempatkan di balik jeruji iri, dengki dan serakah. Kepalsuan adalah wajah populer, dimana basa basi dan formalitas harus diutamakan. Curang adalah tindak profesional, karena sangat sah untuk berhasil dengan segala cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak adil bila saya memukul rata semua orang dari sudut pandang ini. Itu pikiran yang sangat dangkal. Namun sekedar ekspresi kesal yang terlalu memuncak atas sikap kebanyakan. Mungkin saya yang sudah jauh dari orang orang yang masih menggunakan wajah asli dan berprinsip pada moral. Mungkin Saya terdampar di antara orang orang palsu dan picik, bahkan licik. Mungkin tanpa sadar saya sudah menjadi seperti mereka. Ataukah memang ini wajah kenyataan? Mungkin ini adalah fase yang harus dilalui oleh tiap individu, semacam tahapan sebelum bisa melanjutkan ke tahapan yang lebih serius. Untuk tetap Netral adalah sulit. Untuk bisa mengubah mereka menjadi baik jauh lebh sulit. Namun, itu ternyata tuntutan pada tiap manusia. Apakah kita cukup peduli dan mau beraksi? Pertanyaan yang bila ditujukan ke saya akan saya respon dengan diam atau saya alihkan pada topik yang lain. Berat memang, namun mulia telah dijanjikan pada manusia yang peduli dan beraksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam macam bentuk usaha ... ini hanya salah satu bentuk yang termudah dan terletak di urutan paling bawah. Namun mungkin saja bisa dijadikan penambah wacana. Terlalu Naif bila berharap Dunia akan bebas dari orang orang palsu nan picik dan licik, namun   paling tidak kita bisa berusaha untuk tidak terbawa dan terwarnai. Lebih baik lagi, kita memberi warna. Warna warni kebenaran yang dilukis dengan kuas moral, dihias dengan malu dan dibingkai dengan santun. Semoga ....&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-2237780652817080032?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/2237780652817080032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=2237780652817080032&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/2237780652817080032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/2237780652817080032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2007/09/sudah-semakin-jelas-saja.html' title='Kisi Kisi Sisi'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-8109016170351498210</id><published>2007-08-14T07:52:00.000-07:00</published><updated>2007-08-14T07:57:37.957-07:00</updated><title type='text'>Harapan di ujung Pasrah</title><content type='html'>Pada akhirnya, seseorang cuma bisa pasrah ketika usaha yang diiringi tetesan keringat juga airmata telah dikeluarkannya. Suatu hal yang sama sekali bukan masalah bagi orang lain, ternyata bisa menjadi masalah yang sangat besar bagi yang lainnya. Menyebalkan memang ketika itu terjadi, tapi salah satu hikmahnya adalah kembalinya bulir air mata di ujung sajadah, menyertai do'a. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sudah waktunya memang untuk mengadahkan tangan dan mendongakan wajah kepada Tuhan, setelah sekian lama IA dipecundangi dengan ketidakpedulian. Mungkin Tuhan marah. Pun bila benar, sangatlah pantas. Tapi sepertinya ini hanya teguran untuk kembali mawas dengan keadaan dan kenyataan bahwa ada Tuhan. Buktinya, di pojokan jalan buntu yang gelap, pengap dan bau, dengan keadaaan lemah, lemas, hancur dan tidak berdaya, nama Tuhan yang disebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran bahwa gak seharusnya kesombongan menjadi pakaian sehari - hari memang tidak selalu datang dari kesadaran diri sendiri. Pun hati nurani telah berkali - kali memperingati. Kejadian dahsyat yang membuat kita terpelanting, terjatuh dan tersungkurlah yang mampu merobek jubah kesombongan. Berharap bisa menyingkap pakaian iman didalamnya. Tetapi, itu semua tidak lepas dari penyikapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan ada titik terang di ujung lorong kelam. Usaha menjadi tongkat penuntun, do'a menjadi pelita dan sabar menjadi bekal. Cahaya di ujung lorong ... sungguh melegakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-8109016170351498210?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/8109016170351498210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=8109016170351498210&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/8109016170351498210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/8109016170351498210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2007/08/harapan-di-ujung-pasrah.html' title='Harapan di ujung Pasrah'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-355318232453333677</id><published>2007-07-31T07:04:00.001-07:00</published><updated>2007-07-31T07:47:05.350-07:00</updated><title type='text'>Lelaki di Barisan Sakit Hati</title><content type='html'>Pada akhirnya, setiap orang akan berakhir merentas hidupnya sendiri. Tidak lagi dituntun, tidak lagi dikawal. Mungkin - tapi mungkin juga tidak - ada yang memperhatikan dari jauh dan menolong bila memang kita dianggap benar - benar membutuhkan bantuan. Tetapi, tidak jarang akhirnya kita harus berjalan sendiri. Benar - benar sendiri. Jangan lagi mengharapkan bantuan, dorongan, tuntunan, contoh, bimbingan ataupun dukungan dari orang lain. Cukup diri sendiri, tidak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki; Figur yang selalu dielukkan sebagai sosok yang kuat dan harus kuat karena diproyeksikan sebagai pelindung keluarga dan dirinya sendiri. Tidak salah memang. Namun persepsi tersebut sering menyimpang ketika lelaki diibaratkan seperti batu yang tidak lagi perlu orang lain di sekitarnya, karena dia dianggap mampu berdiri sendiri. Padahal kemandirian tidak selalu dan tidak pernah boleh diartikan sebagai kesendirian. Karena manusia - pria atau wanita - pada dasarnya mahluk sosial. Pasti mereka butuh kehadiran orang lain di sekitar mereka. Bila Ia ditinggalkan sendiri, maka akan terjadi pernyimpangan pada pribadinya. Namun penyimpangan yang terjadi tidak jarang dijadikan pembenaran dan bukti atas kelaki-lakiannya. Padahal lelaki tidak harus bersikap kasar, brutal dan beringas hanya untuk sekedar dibilang jantan dan macho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lelaki yang pada akhirnya kelelahan dan mencoba keluar dari kekangan opini yang mengikat terlalu kencang dan membuat sesak nafas hidup mereka. Mereka protes, berkelahi, bergulat, sengit, untuk melawan derasnya arus pemikiran yang sudah selama berabad - abad mengalir deras dan memaksa mereka untuk mengarungi sungai budaya yang membawa mereka ke muara yang sudah dapat ditebak akhirannya. Pun, tidak semua nilai salah. Tidak semuanya mengintimidasi. Tetapi kurangnya toleransi, tidak adanya pengertian membuat kebanyakan orang menanggapi dengan dengan cara yang salah, bahkan cenderung berlebihan. Akhirnya mereka memilih untuk beralih ke muara yang lain. Sebuah muara alternatif yang selalu dianggap salah. Atau mungkin memang salah. Namun kenyamanan ada disana. Mereka kerasan didalamnya. Dan sekarang mereka membuat arus baru untuk mengajak lainnya ke muara mereka. Salahkan? Salah siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini hanya sebuah prosa yang berisi pembenaran atas suatu nilai yang dianggap devian. Atau pembelaan atas suatu pilihan yang tidak seragam. Walaupun banyak orang berabggapan pilihan tersebut mengerikan, namun bagi mereka pilihan itu adalah nirwana. Taman Firdaus yang dikelilingi telaga berair jernih dan berhawa sejuk. Mereka serasa terbang seperti para malaikat bersayap. Terbang di dalam nirwana dan membuat mereka nyaris berada di dalam surga. Nyaris, karena ternyata di angkasa nirwana banyak panah tajam berujung api dan racun melesat ke arah mereka. Merekalah tergetnya. Lalu mereka melindungi diri dengan melilitkan sayap ke seluruh tubuh. Namun bagaimanapun caranya, mereka tetap terluka. Ada yang gugur, ada yang menyerah, ada yang mencoba untuk bertahan, bahkan melawan. Walau mereka sadar itu akan sia - sia. Karena terlalu banyak jumlah panah buruk sangka yang dilapisi racun kebencian lalu disulut dengan api amarah dan dilepaskan dengan semangat membabi buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah mereka salah. Atau memang mereka salah. Tetapi apakah caranya harus seperti itu? Bila saja yang datang adalah para Bidadari berparas sejuk, bertatapan teduh dengan tutur yang lembut dan senyum yang menenangkan, maka situasinya pasti akan berbeda. Pasti, karena bidadari berbicara dengan hati, bukan dengan emosi. Para bidadari senang berdiskusi dan senantiasa sabar dalam menanti dan sabar dalam memberi. Menanti mereka untuk kembali, memberi nasihat tanpa membuat sakit hati. Ah ... bila saja jumlah bidadari cukup berlimpah, maka mereka pasti akan menyerah dengan sukarela. Karena bagaimanapun juga hati tidak pernah berdusta. Salah adalah salah, bagaimanapun nikmatnya terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dunia nyata. Pada akhirnya hanya kita yang harus berusaha untuk perubahan. Namun tidak jarang diri mengharap bantuan, bahkan merintih kesakitan. Kesakitan karena tekanan, kesakitan karena direndahkan, kesakitan karena sendirian. Mungkin sudah saatnya kita kembali mendongak ke wajah Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-355318232453333677?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/355318232453333677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=355318232453333677&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/355318232453333677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/355318232453333677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2007/07/lelaki-di-barisan-sakit-hati.html' title='Lelaki di Barisan Sakit Hati'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-1073575339117564450</id><published>2007-07-25T10:44:00.000-07:00</published><updated>2007-07-25T12:02:37.463-07:00</updated><title type='text'>I Love U but I Can Not Marry U ...</title><content type='html'>Woooowww .... satu statement yang dalem tapi Absudrd. At least I use to think that it was absurd. How can U love someone but U'r not Marry them? How absurd can that be? Well ma friend, before we get to the bottom of it, do pay attention of these two cases.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Case Number 1&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya ada teman yang sudah pacaran selama 9 tahun. Rencananya dia akan menikah tahun ini. Beberapa minggu yang lalu saya OL dengan dia. Sebut aja dia MR. A. I thought I was gonna have a good laugh with him. Instead, I got a bad news. Dia gak jadi nikah tahun ini. Dan begitu saya tanya kenapa, well pastinya, mereka putus. Saya pikir sang Cewek lah yang mutusin si Mr. A, ternyata malah sebaliknya. Saya cukup tau temen saya. So it is come to my surprise kalo keadaannya seperti itu. Ketika saya tanya kenapa, jawabannya benar - benar di luar dugaan. Dia bilang sebelum memutuskan untuk menikah, dia jadi rajin sholat dan sholat malam. Ceritanya sih minta petunjuk sekaligus harapan dia bisa jadi suami yang baik, Ayah yang baik. That kinda stuff. Ternyata setelah dia sholat dan sholat malam untuk minta petunjuk, dia ngerasa kalo Sang Cewek yang udah dipacarin selama 9 tahun ini bukanlah orang yang tepat untuk dia jadiin pendamping hidup. Dengan kata lain, pacar dia bukan jodoh dia. but after 9 whole long years. C'mon dong man ... gak masuk logika gue deh. Was ... But now ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Case Number 2&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sepupu perempuan saya yang sudah menikah menceritakan tentang temannya yang sudah 10 tahun pacaran tapi akhirnya mereka gak nikah. Sebenernya sih dari dia akhirnya saya punya paham tentang sebuah persepsi baru "I Love U but I Can Not Marry U". Tapi itu nanti aja. Anyway, Temen Sepupu perempuan saya, let just call them Mr.B and Mrs.C, udah pacaran selama 10 tahun. Tapi ternyata si Mr.B ini seorang "Player" - another word for PlayBoy. Dia sering banget ngedate sama cewek lain, bahkan - menurut sepupu saya - sampe kissing segala. Or even more? Dunno. Ternyata eh ternyata, Si Mrs.C udah tau kebiasaan buruk si Mr.B and sering nge gap si Mr.B ini berkali - kali dengan cewek lain. Si Mr.B sering minta maaf dan sering dimaafin sama si Mrs.C, tapi emang dasar "Player" dia tetep aja gak kapok. &lt;br /&gt;Saya sempet menyela cerita sepupu perempuan saya dengan bilang "Kenapa gak dia tinggalin aja si cowok, secara cowoknya dah kurang ajar kayak gitu?" Dan sepupu saya menjawab dengan jawaban simpe " Si Ceweknya cinta sama cowoknya?" Dengan polos dan naifnya saya bilang "Iya gitu? Sampe segitunya? Kok kesannya si Cewek bodoh banget yaa? " Lalu sepupu perempuan saya menjawab pertanyaan saya dengan jawaban yang membuat saya malas untuk menanggapinya " Yaa emang gitu. Susah deh dijelasin, Kamu belam pernah pacaran kan? Mangkanya gih sana cari pacar, nanti juga bakalan ngerti." Damn!! &lt;br /&gt;Lanjut dengan Si Mr.B dan si Mrs.C - sampai setelah 10 tahun pacaran dan keluarga masing - masing juga sudah mengenal mereka berdua dengan baik, akhirnya keluarga mulai menanyakan kapan mereka akan menikah. Mrs.C lalu mengutarakan hal tersebut ke Mr.B. Dia bilang bahwa Mrs.C ingin menikah dengan Mr.B asalkan Mr.B mau berhenti dari kebiasaan buruknya. Mr.B pun berjanji ke Mrs. C bahwa dia akan berhenti. Tapi ... Well, U can guess lah, Mr.B ngelanggar lagi janjinya. Dengan sedih akhirnya Mrs.C memutuskan untuk menikahi orang lain. Setelah Mrs.C menikah, Mr.b jadi frustasi n akhirnya mulai bisa berhenti menjadi seorang "Player". Short story, si Mr.B sekarang pun sudah menikah n sudah ada keluarga. Dan ternyata mereka berdua masih lumayan sering ketemu untuk sekedar makan bareng atau apapun. Lalu sepupu perempuan sayan bilang bahwa si Mrs.C masih dan akan tetap cinta kepada Si Mr.B, walaupun dia menikahi lelaki lain yang saat ini menjadi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Owkay ... panjang yaa ceritanya. Pada saat itu saya jadi berdebat dengan sepupu perempuan saya. Saya masih dengan persepsi saya, yaitu " Kalo orang pacaran dah lama dan memang cinta, trus kenapa mereka gak nikah?" Dan sepupu perempuan saya - yang memang sudah menikah dan memiliki satu anak perempuan yang lucu - bilang " Kita bisa aja pacara sama Drug user. Kita bisa aja pacaran sama orang yang kasar. Kita bahkan bisa aja pacaran sama pembunuh. Tapi kalo persepsinya nikah, membangun keluarga, visinyda udah beda. Mungkin banget kita masih cinta sama mantan pacar yang gak dinikahin, tapi kita gak bisa ngejadiin dia suami ato istri karena ada kekhawatiran gak akan bisa tercipta keluarga yang harmonis. Nikah itu kan gak cuma nyatuin dua orang aja, tapi juga dua keluarga." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow .... suatu jawaban yang sepertinya saya cari - cari selama ini. Dan akhirnya saya bisa menerima fakta bahwa Cinta tak Harus memiliki. Walaupun mungkin akan sangat sakit. Dalam kasus saya, mungkin itu juga sebabnya kenapa saya sangat sulit mendapatkan pacar. Karena persepsi saya adalah mencari calon istri. Sehingga dia harus memenuhi standar tertentu yang kalo ditelaah lagi, sangat banyak dan sangat tinggi. Wajar, calon istri. Tapi mungkin akan berbeda kalo saya pake persepsi Cari Pacar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He..he.. Jadi Curhat colongan nih. Sebenarnya tujuan saya posting topik ini adalah untuk membantu orang - orang yang mungkin pernah atau masih mengalami kebingungan seperti saya dulu. Mungkin aja artikel ini bisa sedikit membantu. Emang bener, jodoh gak akan kemana. Jodoh emang di tangan Tuhan. Tapi kalo mereka emang jodoh, kenapa harus ada perceraian? Duuuh ... ribet lagi ngejawabnya. Yang ini saya masih gak tau harus gimana menjawabnya. Kalo ada yang bisa bantu sih monggo ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa udahlah ... Buat para high quality jomblo, Be patient Ma fellow, the Jodoh is out there. Apa siiiih !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-1073575339117564450?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/1073575339117564450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=1073575339117564450&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/1073575339117564450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/1073575339117564450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2007/07/i-love-u-but-i-can-not-marry-u.html' title='&lt;strong&gt;I Love U but I Can Not Marry U ...&lt;/strong&gt;'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-1236182150352091905</id><published>2007-07-02T01:08:00.000-07:00</published><updated>2007-07-03T05:12:53.937-07:00</updated><title type='text'>Nurani .. Kamu Dimana?</title><content type='html'>Saat itu hampir jam 12 siang. Matahari sepertinya sedang in the good mood. Buktinya hari itu lumayan terik. Cukup menyengat bahkan. Kalau aja Tuhan gak berbaik hati dengan menyediakan awan sebagai payung bagi hamba - hambanya, yang memang berkali - kali membasuh dahi mereka dari peluh yang seakan tidak berhenti keluar, bukan gak mungkin saya akan melihat beberapa orang tergeletak di sisi jalan, baik untuk berteduh dari panas atau memang pingsan karena tidak kuat menahan panas. Tapi jujur saya lupa apakah saat itu saya bersyukur atas lindungan awan itu. Emang dasar manusia, kalo udah dapet apa yang dimau aja, langsung lupa sama yang meluluskan permintaan. Tipikal banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang menunggu kereta, ingin menuju ke Kampus. Lagi - lagi telat. Gak ngarepin on time juga. Sudah sangat terbiasa dengan ketidaktepatan waktu jadwal kereta. Gak inget kapan terakhir kali saya naik kereta dan kereta itu datang tepat waktu. Gak bisa complain juga lah, gak ngaruh soalnya. Tapi untung aja waktu itu kereta datang lumayan cepat. Kosong pula. Senangnya.  Saya langsung mencari tempat duduk dekat jendela. Gak lain gak bukan cuma untuk mendapat angin sepoi dari luar jendela. Tapi lewat beberapa stasiun, kereta langsung menjadi sesak. Gak terlalu sesak sih, tapi yang pasti sudah banyak yang berdiri. Belum rela untuk ngasih tempat duduk ini ke orang - orang yang berdiri, belum ada yang pantes. Kebanyakan yang berdiri adalah anak - anak muda, walaupun ada perempuannya. So what? Perempuan itu masih muda. Masih kuat kok untuk berdiri sampe Bogor trus balik lagi ke Jakarta trus ke bogor lagi sampe sepuluh kali Bolak - Balik he..he..he... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak lama naik seorang Ibu - Ibu. Lumayan lah usianya. Hampir seusia Ibu saya, mungkin mudaan dikit. Saya langsung berkata dalan hati : "Aha ... We got the Winner". So, in the next 10 second, she got her self a  seat. Btw, disamping saya juga duduk beberapa orang. Saya gak kenal mereka, cuma kita sebut aja si Bodoh berkepala Botak dan Si Tolol berbaju biru. Kenapa harus diberi julukan kasar ... U'll see. And U may gonna thank Me for that. Kereta bergerak lagi dan kali ini berhenti di Stasiun Tebet. Naiklah beberapa orang Ibu. Ada satu orang Ibu muda yang menggendong seorang bayi dan menggandeng seorang anak perempuan berusia 5-6 tahunan. Seorang Ibu Tua yang usianya hampir menyamai Almarhumah Nenek saya dan seorang lagi yang usianya sama seperti Nenek saya. Aneh tapi nyata, gak ada yang bergerak untuk memberikan tempat duduk bagi para Ibu itu. Kalo aja Ibu yang seusia Nenek saya itu kakinya tidak sakit, mungkin gak akan ada yang merelakan tempat duduknya bagi si Ibu. Itu pun setelah Ibu itu agak memaksa untuk duduk dan nyempil. Wajarlah, Orang si Ibu kakinya sakit, mana kuat dia berdiri.  Tapi ternyata nasib si Ibu muda dan si Ibu yang hampir seusia Nenek saya tidak terlalu beruntung. Mereka tetap berdiri bahkan hingga saya turun. Dan kedua orang tadi, Si Bodoh berkepala Botak dan Si Tolol berbaju biru, tetap santai dan seakan gak perduli dengan kedua orang Ibu tersebut. BT, sumpah!! Mereka pastinya gak buta, cuma kenapa mereka gak mau ngerelain bangku mereka buat orang - orang yang membutuhkan? Apa konsep otak mereka di design sangat minimalis dan hemat ruang, sampe gak ada ruang untuk sekedar berpikir jernih dan lebih mendalam. Itu gak mungkin, secara Tuhan Maha Adil. Atau memang kebetulan aja mereka berdua adalah anggota dari perkumpulan The Idiotic People Walking on Earth? Gak ngerti, gak bisa jawab. Lagipula  mereka hanya sebagian dari beberapa teman mereka yang lain. Sebut aja Si Bodoh Berkelakuan Minus, si Blo'on yang Sok Asik, Si Centil berotak Udang, Si Tampan berhati Belis, Si Tablo pengedar Gele', Si Gaul bermental Tempe dan lain - lain. Gilaa yaaa ... apa segitu banyaknya orang - orang yang makin tidak perduli sama orang lain? Kalo gitu makin berkibar dan makin tenar aja dong Perkumpulan The Idiotic People Walking On Earth, Secara membernya makin banyak pula. Sintiiing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba - tiba teringat dengan Nurani. Wah, udah lama banget saya gak menyapa Nurani, jadi malu sama diri sendiri. Setelah semua urusan di kampus selesai, saya mencoba mencari waktu dan tempat yang tepat untuk berkontemplasi; merenung. Karena bagi saya merenung adalah gerbang sekaligus jalan setapak menuju tempat Nurani berada. Saya tiba di sana, tempat Nurani bersemayam. Sepi, kosong, pengap, bahkan cukup berdebu, seperti sudah lama tidak ditempati. Saya berpikir, kemana perginya Nurani? Bila memang sudah pergi sejak lama, kenapa Nurani tidak pernah memberitahukan saya? Saya mencari ke sekeliling tempat nurani bersemayam. Nihil, gak ada hasil. Nurani gak ada disitu. Nurani pergi. Tapi kemana? Saya mencoba mencari tau dan bertanya - tanya kepada akal, kepada pikiran logis, kepada intuisi, bahkan saya bertanya kepada Nafsu. Kesemuanya mengatakan Nurani memang telah pergi. Kata mereka, terakhir kali Nurani pergi Nurani terlihat sangat payah, sangat sakit, seperti sedang sekarat. Nurani berpesan bila ada yang mencarinya, tolong katakan bahwa Nurani sedang ingin  beristirahat dan mencari ketenangan. Wah, ternyata Nurani pun perlu ketenangan. Lalu Nurani juga berkata bahwa Ia sudah tidak kuat lagi untuk tinggal di tempat ini. Gak seindah dulu katanya, terlalu banyak gangguan, terlalu banyak tekanan, tidak sehat hingga Ia akhirnya jatuh sakit dan tidak berdaya. Namun tidak ada satupun yang tau kemana Nurani pergi. Saya sedih, bingung. Kemana saya harus mencari Nurani. Akhirnya saya berpikir untuk meninggalkan pesan untuk Nurani bila Ia kembali. Hanya sepucuk surat sih, tapi mudah - mudahan saja dibaca oleh Nurani dan Nurani tidak akan pergi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                               &lt;em&gt;Surat Cinta Untuk Nurani&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nurani ... Kamu dimana? Aku datang namun kamu pergi&lt;br /&gt;Nurani ... Aku sadar bahwa berkali - kali aku membuat kamu terluka, namun aku tidak pernah perduli&lt;br /&gt;Berkali - kali aku berbohong sama kamu, namun gak sekalipun aku sadar dan berusaha untuk jujur&lt;br /&gt;Berkali - kali juga kamu menasihati aku dengan bahasamu yang ramah dan sopan, namun aku selalu membalas dengan hardikan, cacian dan makian &lt;br /&gt;Aku bilang kamu norak, kampungan, udik, gak modern, tapi kamu selalu sabar dan tersenyum&lt;br /&gt;Nurani ... kamu selalu ada untuk aku, namun aku selalu tidak memperdulikan Mu&lt;br /&gt;Tapi kamu selalu setia dan berharap dan menunggu aku&lt;br /&gt;Aku selalu berpikir bahwa aku gak akan pernah butuh kamu&lt;br /&gt;Egois, sok jago, sok macho, sok kuat, sok tegar&lt;br /&gt;Padahal cengengnya bukan main&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ... aku butuh kamu Nurani. AKu ingin mencoba untuk perduli, mencoba untuk jujur, mencoba untuk mendengarkan, mencoba untuk kembali karena memang aku butuh&lt;br /&gt;Bahkan, saat ini aku ingin menangis di pangkuanmu Nurani ... Aku ingin mengadu atas segala kegelisahan yang sudah lama ada dalam dada, menggantung berat di kepala&lt;br /&gt;Aku butuh kamu Nurani. Tapi sekarang kamu dimana. Aku sudah mencari kamu, tapi tetap tidak ketemu&lt;br /&gt;Aku bahkan berteriak ... memanggil - manggil namamu, tapi tetap tidak ada tanggapan&lt;br /&gt;Tolong kembali Nurani, aku butuh kamu, banyak yang butuh kamu&lt;br /&gt;Tolong kembali Nurani , tidak hanya untuk sekarang, tapi untuk selamanya &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baca kembali surat itu. Gombal, norak, murahan. Bodo amat, itu memang ekspresi Saya. Saya memang benar - benar butuh dengan Nurani, dan sangat sedih begitu tau bahwa Nurani sudah pergi. Terpaksa saya kembali dengan tangan hampa. Dengan hati gundah. Saya tinggalkan surat cinta saya untuk Nurani di tempat Ia sebelumnya berada. &lt;br /&gt;Saya tersadar dari perenungan saya ... ada yang basah. Saya melihat ke atas. Atap gak bocor, di luar pun tidak hujan. Ternyata air tersebut datang dari mata saya. Sejenak, rasa hangat hinggap di dalam dada. Wah ... ada sedikit rasa lega, plong. Membuat saya tersenyum. Tiba - tiba saya tersadar, apakah nurani telah kembali? Apakah Ia membaca pesan saya? Saya ingin memastikan dan ingin kembali. Tapi saya berpikir, bilapun Nurani telah kembali, mungkin Nurani masih belum ingin bertemu saya. Tapi pastinya Nurani tidak akan melupakan saya. Dia pasti perduli dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sore, dan gak terburu - buru pulang. Namun langkah kaki ini terasa begitu cepat melangkah. Terasa ringan, enteng. Saya hanya tersenyum. Gak tau kenapa, tapi sepertinya ini pertanda bahwa nurani - paling tidak - sempat singgah sebentar. Senangnya. Nurani ... jangan pergi lagi yaa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-1236182150352091905?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/1236182150352091905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=1236182150352091905&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/1236182150352091905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/1236182150352091905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2007/07/nurani-kamu-dimana.html' title='Nurani .. Kamu Dimana?'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-3871385185662667789</id><published>2007-06-28T07:10:00.000-07:00</published><updated>2007-06-28T09:01:09.446-07:00</updated><title type='text'>Merambah Sepi ...</title><content type='html'>Kadang, atau buat saya mungkin cukup sering, merambah sepi bisa jadi obat penawar sekaligus penenang atas segala kemelut dan masalah yang sedang mengelilingi dan gak memberikan sedikitpun celah pada cahaya harapan yang bisa membuat perasaan menjadi lebih baik. Mungkin benar pendapat teman saya yang mengatakan bahwa saya adalah seorang sadomasochist (orang yang menikmati rasa sakit). Kadang, rasa sakit bisa membuat saya merasa lebih baik. Paling tidak rasa sakit itu selalu membuat saya teringat untuk tidak membuat orang lain merasakan hal yang sama. Karena walaupun sering merasakan rasa sakit, bukan berarti menikmati dan menjadi lebih kebal. Hanya saja, saya lebih cepat pulih. Tapi tetap saja, rasa sakit itu gak pernah berubah, Sakit tetap sakit. Absolut sifatnya. Tapi buat saya paling sulit ketika harus menahan rasa sakit. Itu sebabnya saya berprinsip "It is better to be alone and lonely rather than lonely but You're not alone". Sekali lagi, sepi bisa jadi tempat pelarian dari masalah. Sekedar tempat berteduh, tempat singgah sementara. Walaupun waktu sifatnya relatif. Sebentar menurut saya belum tentu sebentar menurut orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi bisa jadi Sanctuary. Tempat untuk menenangkan diri dan berkontemplasi. Merenung dan untuk dapat berpikir jernih; atau sekedar untuk menumpahkan rasa sedih. Kadang rasa hangat singgah ketika kita berada dalam sepi dan sedang sendiri. Kadang kita bisa lebih bahagia ketika berada dalam sepi dan sedang sendiri. Terlalu melankolis mungkin ... tapi mungkin juga nggak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti saya menghindari keramaian. Buat yang sudah kenal dengan saya mereka pasti lebih dari sepakat bahwa saya lumayan berisik. Bahkan melewati ambang batas berisik yang normal dan diperbolehkan. Lumayan hyperackitve dan rame. Tapi kenapa yaa sepi sering sekali menjadi alternatif bagi saya untuk "melarikan diri"? Is it just me or it is also happen to everyone? Jawaban dari pertanyaan itu gak penting sih, karena saya tetap menganggap bahwa ingin berada dalam sepi adalah hal yang wajar dan perbuatan yang masih bisa dibilang waras. Tapi itu menurut saya. Apa hipotesa ini memang berlaku untuk umum atau hipotesa saya hanyalah sekedar opini subjektif yang berusaha untuk membenarkan tindakan yang belum tentu benar. Egois? Manusia kan memang ada sifat egois. Selama gak merugikan gak papa dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sekarang, saya ingin sekali berada dalam sepi. Lagi - lagi meranbah sepi. Sekedar untuk menghibur diri yang sedih. Tetapi saya gak ingin benar - benar sendiri di dalam sepi. Saya ingin ada seseorang yang menemani saya. Dia gak harus ada di dalam sepi; dan dia gak harus tau bila saya sedang berasa di dalam sepi. Hanya saja mencoba untuk mencari teman. Mencoba untuk mencari celah dalam rundungan masalah, siapa tau ada secercah sinar harapan yang bisa membuat saya merasa lebih baik. Pastinya saya baru saja mematahkan hipotesa saya sendiri : "It is better to be alone and lonely rather than lonely but You're not alone". Perasaan manusia sangat amat ajaib, tidak bisa diprediksi. Terlalu kompleks. Persis seperti mencoba untuk mengurai benang kusut. Sulit mencari pangkal dan ujungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu berlebihan yaa ...? Maaf, hanya mencoba untuk meberikan pendapat. Sepi memang bisa menakutkan, tapi juga bisa menenangkan. Aneh yaa ... ciptaan Tuhan memang penuh dengan keajaiban. Sepi salah satunya. Dan saat ini saya mencoba untuk menikmati Sepi tanpa ingin mencoba untuk mengerti Sepi. Belum ... entah kapan. Something are better left to be unknown.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-3871385185662667789?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/3871385185662667789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=3871385185662667789&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/3871385185662667789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/3871385185662667789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2007/06/merambah-sepi.html' title='Merambah Sepi ...'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-3762682150195002769</id><published>2007-06-25T07:57:00.000-07:00</published><updated>2007-06-25T08:23:06.516-07:00</updated><title type='text'>Transformasi Kehidupan</title><content type='html'>Kadang saya merasa kalo semua judul dari Postingan saya Basi banget. Tapi hanya mencoba untuk merujuk pada fakta yang sedang terjadi. Kayak yang satu ini, tercetus ide untuk menulis tentang Transformasi Kehidupan setelah nonton Film Catatan Akhir Sekolah (CAS) di SCTV kemarin malam sekitar jam 10an. Nonton Film itu seperti melihat beberapa adegan hidup di masa SMA yang memang persis seperti yang difilmkan di CAS. Tapi gak hanya itu aja, bahwa ada keterlibatan seorang teman di dalam Film tersebut yang menjadi 2nd Assistant Director juga membawa saya untuk menengok lembaran lain kehidupan saya yang belum terlalu lampau. Tapi tetap saja semuanya berdomisili di masa lalu. Bernaung di tempat yang disebut kenangan yang - Alhamdulilah - masih terlihat sangat indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa Scene (Adegan) di CAS yang sebenarnya gak terlalu banyak, cuma bener - bener "Nendang". Paling gak buat saya, bikin saya senyum - senyum sendiri dan bahkan bisa bikin nangis. Soalnya adegan itu seperti tamparan yang keras namun gak menyakitkan. Teguran yang tegas cuma gak merendahkan. Membuka - atau lebih tepatnya dipaksa untuk membuka - kenangan lama ternyata bisa jadi rekreasi yang menyenangkan. Walaupun pada akhirnya lagi - lagi harus memutar otak dan berujung dengan kontemplasi atas kehidupan yang sedang dijalani. Gak papa lah, kayaknya memang sedang perlu. Adegan dan line (dialog) yang sangat simple namun "Nampol" itu benar - benar membuat saya berpikir bahwa sudah sangat berubahnya saya. Sayangnya - menurut banyak orang - perubahan saya terlalu drastis, dan itu dalam definisi yang cukup negatif yaa. BT juga sih, walaupun memang betul. Saya selalu berkelit bahwa ini hanyalah sekedar pencarian identitas. Gak papa dong dan sah - sah aja deh .... menurut saya. Walaupun saya berpikir harus ada akhir dalam pencarian ini. Mungkin salahnya saya adalah tidak meberikan tenggat waktu alias deadline atas pencarian identitas, falsafah hidup atau apalah. Karena usia manusia kan memang punya ujung, ada akhirnya. Tetangga deket Rumah Nenek yang baru aja meninggal beberapa hari yang lalu seharusnya cukup membuat saya tersadar dari semua ini. Iya gitu, secara Meninggalnya Nenek dan Kakek saya yang tercinta aja gak sanggup membuat saya berhenti untuk terus mencari tau. Sampai detik ini pun sayan masih belum bisa memastikan kapan Deadline yang tepat untuk itu semua. Tapi lucunya, saya muali ambil ancang - ancang untuk paling tidak memperjelas goal dan arah kehidupan saya. Itu semua cuma gara - gara nonton Film Catatan Akhir Sekolah. Kita emang gak pernah tau deh hikmah dan pencerahan itu datengnya dari mana. Siapa yang pernah sangka kalo saya bisa dapet dari Film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak menjemukan nih ... lagi - lagi berada dalam masalah yang sama. Tapi mudah - mudahan sekarang saya bisa melewati ujiannya dan naik ke Level selanjutnya. Gak lucu juga gak naik kelas kelamaan, kayak yang paling blo'on aja di dunia. Yang penting usahanya dikuatin aja, niatnya dilurusin dan determine to achieve a better life.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-3762682150195002769?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/3762682150195002769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=3762682150195002769&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/3762682150195002769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/3762682150195002769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2007/06/transformasi-kehidupan.html' title='Transformasi Kehidupan'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-7979303385633980724</id><published>2007-06-11T08:54:00.000-07:00</published><updated>2007-06-28T13:56:51.469-07:00</updated><title type='text'>Sinking ... Do I ??!!!</title><content type='html'>Hidup memang gak selamanya indah. Itu sering saya dengar, actually been there. Bisa dibilang many times, walaupun lagi - lagi setiap orang punya pandangan yang subjektif tentang indah dan tidak indahnya hidup. Sehingga setiap orang bisa bilang kalo saya terlalu berlebihan. Gak papa deh. Yang pasti setiap orang punya kesepakatan bahwa pengalaman pahit dalam hidup gak seharusnya dirasakan terlalu lama dan gak seharusnya terulang. Baik terhadap kita atau oleh kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sering sepertinya kita menjadi orang yang selalu menasihati orang lain dikala mereka sedang dalam kesulitan. Dan kita selalu jadi bijak mendadak, walaupun tanpa jenggot panjang, uban,jubah dan sorban, menasihati si pemilik masalah untuk tetap tegar, sabar, tenang, akan ada jalan keluar, berserah diri sama Tuhan dan nasihat - nasihat lain yang terdengar klise bahkan basi dan gombal. Walaupun memang benar itulah hal yang cukup efektif untuk membuat kita bertahan, bahkan mendapat pencerahan, sewaktu kita menerima cobaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, begitu kita yang tertimpa masalah, kita langsung merasa seperti orang yang paling susah, paling kesulitan, selalu minta dikasihani, selalu mencoba mencuri perhatian dengan tatapan iba dan ratapan pilu. Seperti di Film - Film India atau Film - Film Indonesia tahun '80-an sampe ke adegan Sinetron Hidayah dan sebangsanya. Padahal, kalo dipikir - pikir masalah kita gak seberat masalah mereka. Dan bila ingin membandingkan dengan kenyataan, masih banyak yang lebih sulit daripada kita. Terus kenapa kita selalu aja merasa jadi orang yang paling kesulitan di dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar manusia mungkin, yang memang selalu berkeluh kesah. Termasuk saya. Tipe orang yang selalu aja bisa menemukan kata - kata dan kalimat yang tepat serta terkesan bijak untuk setiap orang. Diramu dengan intonasi dan penekanan yang pas, jadilah sebuah prosa ajaib yang bisa menyaingi pujangga kenamaan dengan makna yang tinggi namun sangat mudah dimengerti dan meresap di hati. Halah .... tetep aja kalo lagi ada masalah keok juga, ngeluh juga, BT juga, nangis juga (cengeng gak sih?). Tapi itu masih normal kan ... at least menurut saya. Pembenaran ... mungkin. Biarin aja juga, secara ini pendapat gue, ini blog gue he...he...he... There's always B that part of Devilly Selfish in every one of us. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya what matter is to be able to survive and be a winner against the life difficulties. Gak bakal satu dua kali kok kita kena masalah. Dan yang nyebelin, Pola masalah itu semakin lama kadarnya akan semakin besar, semakin complex dan juga semakin berat. BT? Well, that's live. Wouldn't it be too late if I say "Welcome to Live?" But I believe everybody must have been notice that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to say a very good Luck and wishes the best for U that still striving hard to find the door of solutions. Hang On there Guys .... U ... We will make it.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-7979303385633980724?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/7979303385633980724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=7979303385633980724&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/7979303385633980724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/7979303385633980724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2007/06/singking-do-i.html' title='Sinking ... Do I ??!!!'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-1560669176854960670</id><published>2007-05-15T12:24:00.000-07:00</published><updated>2007-05-15T13:25:06.430-07:00</updated><title type='text'>Mimpi ... Far Away but Close or Close but Far Away or Far and Away or Close Away but Far. Halah .... eMbuh ah!!!</title><content type='html'>Ingin deh mencapai mimpi tanpa harus keluar dari arena realita. Juga sebisa mungkin tidak masuk dalam kelompok orang - orang frustasi, yang mencoba meraih mimpi tanpa beranjak dari posisi nyaman mereka. Padahal mimpi yang memang indah harus ditempuh dengan banyak halangan, sarat cobaan dan jarak tempuh yang lumayan panjang. Pastinya tindakan pertama seorang manusiayang ingin meraih mimpinya adalah bangun dari posisi nyaman mereka dan mulai berjalan menuju mimpi. Itupun masih jauh dari kemungkinan terwujudnya mmpi. Karena mimpi belum bisa teraih hanya dengan kesadaran dan keinginan untuk meraih mimpi lalu berangkat dari Zona Nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi. terintimidasi oleh mimpi bisa membuat orang gila, &lt;em&gt;literally&lt;/em&gt;. Walaupun hingga detik ini saya percaya bahwa mimpi adalah stimulan, pemicu semangat setiap manusia untuk menggapai cita - cita mereka. Terkesan sok mulia yaa ... tapi sebenarnya hanya mencoba untuk bersikap objektif sekaligus mencoba melihat &lt;em&gt;issue&lt;/em&gt; ini dari sudut pandang yang berbeda. Biar lebih beragam, lebih variatif. Siapa tau aja bisa lebih "kaya makna", berbobot dan ada sedikit kualitas, namun tetap ceria dan juga berwarna tanpa harus meninggalkan ciri agar tidak kehilangan identitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi bukan abstrak dan tidak fiktif. Mimpi itu seperti pelangi, warna - warni. Bukan seperti susu yang hanya mempunyai 1 warna absolut : putih. Kenapa susu? Lagi kepikirannya itu, dan emang sih mendingan gak usah diperpanjang. Gak penting. Area mimpi itu sangat luas. Kita yang harus mempersempit area tersebut. Karena manusia itu banyak lemahnya, gak mungkin semua mimpi bisa dia wujudkan. Gak mencoba bersikap skeptis yaa atau bahkan mematikan harapan. Sama sekali enggak, hanya - lagi lagi - mencoba bersikap realistis. Tapi menurut saya, kita semua terkadang harus sedikit "mabuk" dan juga "fly" dengan heroin alami yang halal yang telah disediakan oleh Tuhan dan ada dalam kehidupan yang disebut KHAYALAN; tapi nama tenarnya sekarang bukan lagi Khayalan, tetapi IMAJINASI. Whatever lah ... emang dasar kita semua sudah teracuni sama budaya &lt;em&gt;Western&lt;/em&gt;  sono, sampe kosakata aja lebih milih pake bahasa Barat. Topik lain yang mungkin penting cuma gak relevan. Imajinasi - menurut saya - adalah fasilitas pendukung mimpi yang bisa dibuat dalam keadaan sadar. Cuma tetep aja, yang namanya Heroin atau candu gak bagus kalo dikonsumsi kebanyakan (Sebenernya semua yang berlebihan emang gak bagus sih). Banyak ngayal nanti bisa gila, &lt;em&gt;Literally.&lt;/em&gt; Tapi bila kita gunakan dengan takaran dan dosis yang tepat, malah bisa membantu kita meningkatkan kinerja dalam meraih mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gilaa yaa ... kesannya kayak yang banyak tau aja. Tapi sebenarnya saya cuma ingin mencoba berbagi aja sama siapa pun yang membaca blog saya. Gak terlalu naif kok, cuma ingin bilang bahwa jangan sampe kita kehilangan mimpi kita. Karena mimpi adalah proyeksi dari harapan. Hilangkan mimpi, maka sama saja mematikan harapan. Sedangkan salah satu faktor pendorong hidup dan pemberi nilai serta warna pada manusia adalah harapan. Kalo Bon Jovi bilang sih &lt;em&gt;Keep the Faith&lt;/em&gt;. Trus kalo kata Desree &lt;em&gt;Dream can come true ... U know U gotta Have On, U know U gotta B Strong.&lt;/em&gt; Apapun kata orang, biasanya sih mereka punya satu kesepakatan tentang Mimpi dan Harapan tanpa sebelumnya pake janjian. Bahwa meraih mimpi emang gak mudah, cuma kalo YAKIN KITA BISA, SABAR, OPTIMIS dan TERUS BERUSAHA, InsyaALLAH bisa teraih. Masalahnya melakukan hal itu semua bukan perkara mudah. Tapi bukan hal yang gak mungkin juga. Sekarang gini aja Logikanya, kalo ketemu Tuhan, Masuk Surga ato (mudah - mudahan gak ngalamin) ngeliat Neraka aja bisa kejadian, apalagi cuma meraih mimpi yang jelas - jelas sifatnya gak gaib. Kecuali kalo memang Mimpinya terlalu berlebihan yaa. Dan gak perlu contoh lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya buat para pejuang mimpi, &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Hey Guyz ... Let's marching along towards Our Dream&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Tuh ... udah keliatan Kok. Ketemu di sana yaa ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-1560669176854960670?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/1560669176854960670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=1560669176854960670&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/1560669176854960670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/1560669176854960670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2007/05/mimpi-far-away-but-close-or-close-but.html' title='Mimpi ... Far Away but Close or Close but Far Away or Far and Away or Close Away but Far. Halah .... eMbuh ah!!!'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-7607296780456923204</id><published>2007-05-14T09:37:00.000-07:00</published><updated>2007-05-14T11:31:18.074-07:00</updated><title type='text'>Galau ... ah, terlalu mellow. Tapi Gue gak cengeng kok!!</title><content type='html'>Kadang stereotype can be such a pain in the neck, head, eyes, ears, anywhere U name it. Gambaran bahwa lelaki itu adalah sosok yang kuat, tegar, gagah juga anti air mata. Bahkan bisa - dan terkadang memang - ditambahkan kosakata lain seperti gahar, garang, galak, brutal, bengis, ganas, dzolim dan kata - kata lain yang kurang lebih memiliki makna sama dengan kata - kata sebelumnya. Helllooooo .... kita nih ngomongin sesosok mahluk Tuhan yang disebut Lelaki atau ngomongin mahluk Tuhan yang lain yang namanya Iblis? Binatang yang paling buas sekalipun gak gini - gini amat. Mungkin memang saya terlalu berlebihan kali yaa ... tapi penggambaran Lelaki yang terlalu konseptual - itu bahasa saya - cuma membuat para perempuan senantiasa menjadi perawan tua. Membuat tiap orang tua tetap mendamba dan mendamba untuk bisa menimang cucu dan dipanggil Kakek, Nenek, Papih (itu panggilan saya kepada Almarhum Kakek), Ibu (Itu juga panggilan saya kepada Almaruhumah Nenek), Oma, Opa dan panggilan - panggilan lainnya yang melegitimasi posisi mereka bahwa kedua orang tua kita telah sah menjadi Kakek dan Nenek atas anak - anak dari anak - anak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribet yaaa .... gak juga sih. Intinya saya cuma mau bilang kalo pandangan serta persepsi yang terlalu konseptual tentang seorang Lelaki yang tangguh hanya akan membawa para perempuan ke dalam penantian tiada ujung. Gimana pun juga, Lelaki itu mahluk Tuhan yang tetap punya kelemahan. Gak mungkin Lelaki gak bisa nangis - atau mungkin gak boleh nangis. Mereka juga punya kok kelenjar air mata. Dan saya yakin banget Tuhan menciptakan apapun tidak sia - sia. Jadi kalo Lelaki nangis wajar aja. Orang Umar bin Khatab - salah satu sahabat Rasulullah SAW yang gaharnya terkenal seantero Arab - teteeep nangis waktu beliau "curhat" ke Istrinya atau waktu sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa jadi ngomongin sampe ke Umar bin Khattab yaa? Pengalaman agama saya masih cetek kok, so I better left that part behind before I make mistakes and humiliating my self. Anyway, hari ini lagi galau aja sama hidup. Kadang yang namanya meraih mimpi itu emang gak gampang yaa. Norak sih statementnya, tapi yaa emang bener. Apalagi kalo status dan nasib kita sebagai Lelaki, kadang suka dianggap payah aja gitu kalo sampe gak bisa memenangkan pertarungan hidup. Kalo sampe situ aja sih saya masih lumayan sepakat. Tapi tuntutan untuk bisa memenangkan pertarungan dalam waktu singkat ... kadang terlalu naif aja. Bahkan bisa dibilang egois. Kan bukan salah kita kalo kita sudah berusaha optimal tapi tetep aja belum sampe ke pintu solusi. Kadang kalo udah sampe pun harus tunggu sampe terbuka. Tapi gak sedang menyalahkan takdir kok, apalagi Tuhan. Segala macam cobaan atau tuntutan atau apalah pasti ada hikmahnya. Sabar aja ... kata - kata pamungkas yang dipake sama orang seantero jagad waktu mereka udah buntu dan kehabisan wejangan. Satu hal sih yang menjadi catatan saya, semakin cepat kata sabar itu keluar, maka semakin kurang bijak dan kurang banyak kapasitas keilmuan orang tersebut. Apalagi kalo kata - kata sabar itu tidak disandingkan dengan petuah ataupun support. Halah ... suka sok tau deh Gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah malem ... catatan gak penting sepertinya. Tapi lumayan bikin hati agak Plong. Pada akhirnya saya cuma butuh "penyaluran" untuk keGalaUan dalam hati saya. Memang pengaruh suasana malam sangat kuat dan kondusif untuk membuat orang menjadi melankolis. Sebuah bentuk keadilan dan keimbangan dari Tuhan atas ciptaannya yang lain; Siang yang cenderung kompetitif dan agresif. Bukan berarti kalo malam gak bisa Agresif yaa he..he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tha's it. Enough is enough. Keterusan gak baik. Gak ngerti juga masalahnya (he.. he... he... I'm playing innocent). Apa ada makna dari Postingan ini? Saya gak tau, biar anda saja yang menilai. Sekedar ungkapan atas reaksi hati yang - tadinya - galau tapi tetep pengen &lt;em&gt;exist&lt;/em&gt;. Dasar Banci Tampil!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-7607296780456923204?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/7607296780456923204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=7607296780456923204&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/7607296780456923204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/7607296780456923204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2007/05/galau-ah-terlalu-mellow-tapi-gue-gak.html' title='Galau ... ah, terlalu mellow. Tapi Gue gak cengeng kok!!'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3460588094964410423.post-645016204883226007</id><published>2007-05-07T06:51:00.000-07:00</published><updated>2007-07-09T10:59:57.036-07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang di Pemaknaan ...</title><content type='html'>Gak ingin membuat topik yang terlalu berat di awal penulisan Blog ini. Jujur, judul Pemaknaan ini muncul dari kebuntuan pemikiran sekaligus juga menggambarkan bahwa kapasitas intelegensi saya masih lumayan sempit. Karena saya mencoba untuk mencari sebuah nama  yang terkesan cerdas, cuma simple.  Somehow, kata pemaknaan itu yang muncul di kepala, setelah beberapa nama lain yang gak usah ditanya apa karena saya sendiri pun sudah tidak ingat lagi.  Mungkin memang sudah jodoh kali yaa ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu juga sih, Pemaknaan. Sebuah kalimat yang sangat kental dengan nilai - nilai subjektif dan perspektif yang sangat individual, bahkan egois. Cuma, semua itu berangkat dari nilai - nilai pengalaman yang mereka dapat di masa lalu.  Lalu mereka membuat suatu kesimpulan dan memberi arti tersendiri  pada nilai - nilai tersebut. Akhirnya terbentuklah suatu pemaknaan. Cieeee ... mencoba untuk sedikit berfilosofi dan membuat hipotesa. Lagi - lagi biar dibilang pinter. Padahal sih banyak gak ngertinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, saya gak tau apa yang akan saya tulis disini. Apakah sekedar curhat dari kehidupan pribadi - yang pastinya akan sangat amat sarat dengan emosi yang berlebihan dan lagi - lagi cukup egois, subjektif dan individualists. But than again, this is my blog he..he..he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin juga saya akan mencoba  untuk memberi sumbangsih pemikiran saya yang mudah - mudahan aja or paling nggak nih kalo saya beruntung, bisa dijadikan solusi atas sebuah atau beberapa permasalahan yang ada. Yaaa, paling nggak bisa dijadikan salah satu alternatif lah. Walaupun mungkin setelah dibaca ulang, ternyata banyak ngaconya daripada benernya. Well, paling nggak kan bisa dijadikan inspirasi atau at least pemicu untuk sebuah solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesannya gak PD banget yaa. Nggak kok, sebenernya saya sedang menggunakan metode "Merendahkan Diri Menaikkan Mutu". Biar terkesan humble, down to earth atau sangat nerimo. Salah satu prinsip dari budaya Jawa yang tidak terlalu membuat saya nyaman.  Padahal saya sendiri masih keturunan  Jawa. Cuma keturunan aja sih, secara saya lahir dan besar di Jakarta. Maaf bila saya tidak terlalu manut semua pada nilai - nila yang datang dari leluhur saya. Saya hanya mencoba kritis dan realistis. Pun, gak semua dan gak semua dari nilai - nilai itu bersifat universal dan kekal. Saya hanya mencoba bersikap kritis dan objektif tanpa juga menghilangkan tata krama dan kesopanan. Satu nilai yang masih saya sangat amat junjung tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh, jadi ngalor ngidul nih ngomongnya. Tapi kalo kata orang bijak bilang sih, kita bisa mengenali seseorang lewat lisan ataupun tulisannya. Karena saya gak mungkin bercakap -cakap secara oral dengan teman - teman semua (gak papa kan diaku - aku jadi temen, walopun kenal juga belum. Maap nih sebelumnya, tapi SKSD itu salah satu bad habit saya yang ternyata cukup efektif dalam menambah teman. Namanya juga usaha he..he..),  jadilah tulisan aja sebagai parameter dan referensi untuk mengenal saya lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang siapa sih saya? Secara ini dunia Maya yaaa ... kalo saya ngibul juga gak ketauan kan. Saya cuma seseorang yang mencoba untuk exist, tampil dan berekspresi dimanapun saya bisa. mungkin aja yang sedang "berbicara" ini alter - ego saya (Kayak di Serial Heroes aja ada Alter - Ego),  pun tetap "dia" adalah bagian dari diri saya. Jadi mengenali dia berarti mengenali saya. GR bener yaa gue ... berasa tenar banget he..he..he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, once again, welcome to my Blog. Berikanlah makna anda pada terhadap saya, terhadap tulisan saya atau terhadap apapun. Karena saya percaya dengan berbagi pemaknaan bisa membuat wacana berpikir kita menjadi lebih luas, menjadi lebih bijaksana, menjadi lebih realistis. Paling tidak, itu pemaknaan saya.  Mudah - mudahan ada Makna yang bisa anda dapat dari  sebuah "Pemaknaan" ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3460588094964410423-645016204883226007?l=pemaknaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemaknaan.blogspot.com/feeds/645016204883226007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3460588094964410423&amp;postID=645016204883226007&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/645016204883226007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3460588094964410423/posts/default/645016204883226007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemaknaan.blogspot.com/2007/05/selamat-datang-di-pemaknaan.html' title='Selamat Datang di Pemaknaan ...'/><author><name>Dua_Sisi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01490830510506901860</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
